KajianWawasan Islam

Ternyata Wirda Mansur Pernah Dimarahi Karena Menghafal Alquran. Begini Curhatannya!

HIDAYATUNA.COM — Menjadi Hafidzoh sejak usia 14 tahu, ternyata Wirda Mansur pernah dimarahi karena menghafal Alquran.

Putri dari ustaz kondang, Yusuf Mansur ini mengaku dimarahi karena menghafal Alquran kepada Oki Setiana Dewi dalam channel youtube aktris film layar lebar “Ketika Cinta Bertasbih” itu.

Awalnya tak terpikir sama sekali dalam benak Wirda Mansur untuk menjadi penghafal Alquran. Sejak kecil Wirda Mansur justru memimpikan memiliki pesantren sendiri dengan namanya.

Saat guru sekolah dasar memintanya menggambar, tak seperti kebanyakan anak-anak seusianya saat itu yang menggambar pemandangan, Wirda Mansur justru menggambar gedung dengan nama pesantren Wirda.

Wirda Mansur yang bersekolah di lembaga pendidikan yang didirikan ayahnya, Yusuf Mansur, yang menerapkan menghafal Alquran sebagai program belajar, sudah terlatih menghafal sejak dini.

Dari sana kemudian Wirda Mansur menyadari kemampuannya di bidang menghafal. Wirda mengaku cepat menghafal bahkan melebihi target yang ditetapkan ustazahnya saat itu.

Kalau anak seusia Wirda Mansur saat kelas satu sekolah dasar bisa menghafal dalam satu hari cukup satu baris, Wirda justru mengaku satu hari bisa menghafal satu halaman dan merasa enjoy menjalankannya.

Istimewanya lagi, Wirda Mansur tidak mempelajari Alquran dari iqro’. Lucunya ia malah menjadi guru iqro’ teman-temannya saat itu.

Menurutnya ini adalah buah dari pembiasaan ibunya yang menyetel muratal quran di rumah.

Ditanya soal kebiasaan mengaji, Wirda Mansur juga tidak berguru secara private dengan guru ngaji yang ditunjuk orangtuanya.

“Aku ngaji juga biasa aja. Nggak didatengin guru ngaji kayak orang-orang. Ngaji berbaurlah sama anak-anak kampung di TPA,” ungkapnya.

Lancar menghafal Alquran sejak kecil, membuat gurunya kewalahan sehingga terpaksa melarang Wirda Mansur untuk menambah hafalan dalam satu hari.

Baca Juga :  Maaf ke Buya Syafii: Pasca Tsunami Politik Menerpa Muhammadiyah

Sampai waktu kelas empat, Wirda Mansur meminta ibunya untuk mendatangkan guru tahfidz setiap hari sepulang sekolah karena ingin fokus menghafal.

Dimarahi Karena Menghafal

Keseriusan Wirda Mansur menghafal Alquran ternyata juga pernah membuat nilai akademiknya turun drastis. Ibunya merasa kecewa saat itu dan ingin agar Wirda fokus di sekolah. Namun Wirda Mansur bertekad untuk terus membahagiakan sang ibu.

Wirda Mansur sadar kemampuannya dalam menghafal Alquran tidak main-main, hingga ia membuat keputusan besar untuk menabrak keinginan sang ibu dan berusaha menjadi penghafal Alquran yang membanggakan.

Pertentangan dalam keluarga, Wirda Mansur alami, mulai dari ibunya kemudian neneknya juga marah. Kemarahan itu bukan tanpa sebab, namun karena kekhawatiran dan kecintaan ibu dan neneknya pada Wirda.

Atas ridha ayahnya, Wirda Mansur lebih fokus berlatih menghafal Alquran dengan baik sembari terus mendoakan ibunya agar meridhai langkahnya. Diusianya yang ke-14 tahun, Wirda Mansur sudah dikenal luas sebagai penghafal Alquran.

Selain menghafal, Wirda Mansur ternyata juga memiliki suara yang indah, itulah yang menjadi nilai tambah Wirda dalam menekuni hafalan Alqurannya. Kini Wirda Mansur bukan hanya dikenal sebagai penghafal Alquran, tetapi juga pengusaha muda dan penulis buku.

Wirda Mansur yang pernah dimarahi karena menghafal Alquran juga sempat membintangi film layar lebar. Tidak sia-sia memang, jika niat karena Allah, pasti semua akan dimudahkan.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Back to top button
Close
Close