Terima Kasih Ayah

 Terima Kasih Ayah

Terima Kasih Ayah (Ilustrasi/Hidayatuna)

HIDAYATUNA.COM, Yogyakarta – Keluarga dalam Islam dianggap sebagai unit terkecil yang memainkan peran penting dalam membangun masyarakat yang kuat dan harmonis.

Dalam struktur keluarga Islam, peran seorang ayah memiliki keutamaan yang tinggi dan penting.

Ayah bukan hanya sebagai pencari nafkah semata, tetapi juga sebagai pemimpin, penuntun, dan pelindung bagi keluarga. Seorang ayah dalam Islam dipandang sebagai imam bagi keluarganya.

Tugasnya bukan hanya menyediakan kebutuhan materi, tetapi juga mengarahkan keluarga ke jalan yang benar sesuai dengan ajaran agama.

Sebagaimana yang diajarkan dalam Al-Qur’an;

اِنَّ اللّٰهَ يَأْمُرُ بِالْعَدْلِ وَالْاِحْسَانِ وَاِيْتَاۤئِ ذِى الْقُرْبٰى وَيَنْهٰى عَنِ الْفَحْشَاۤءِ وَالْمُنْكَرِ وَالْبَغْيِ يَعِظُكُمْ لَعَلَّكُمْ تَذَكَّرُوْنَ

Artinya:

“Sesungguhnya Allah menyuruh berlaku adil, berbuat kebajikan, dan memberikan bantuan kepada kerabat. Dia (juga) melarang perbuatan keji, kemungkaran, dan permusuhan. Dia memberi pelajaran kepadamu agar kamu selalu ingat.” (Q.S. An-Nahl ayat 90)

Ayah memiliki tanggung jawab besar dalam mendidik anak-anaknya. Dia harus menjadi teladan dalam perilaku, moralitas, dan spiritualitas. Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda:

الْوَالِدُ أَوْسَطُ أَبْوَابِ الْجَنَّةِ فَإِنْ شِئْتَ فَأَضِعْ ذَلِكَ الْبَابَ أَوِ احْفَظْهُ

Artinya:

“Orang tua (Ayah) adalah bagian tengah dari gerbang surga. Jadi, tetaplah di gerbang itu atau lepaskan.” (H.R. Tirmidzi).

Ayah memiliki tanggung jawab memberikan perlindungan dan keamanan bagi keluarga. Ini bukan hanya dalam konteks fisik, tetapi juga dalam hal keamanan emosional dan spiritual.

Seorang ayah harus menjadi tempat perlindungan bagi keluarga dari ancaman dan gangguan di dunia luar.

Sebagai pemimpin keluarga, seorang ayah biasanya menemukan keseimbangan antara kekerasan dan kelembutan.

Ketegasan seorang ayah dalam menegakkan aturan dan nilai-nilai keluarga beriringan dengan sikaplembut dan penyayang dalam mendidik anak-anaknya.

Walaupun terkadang beberapa sosok ayah cenderung jarang menampakkan rasa cinta dan sayangnya secara langsung.

Dan bahkan mereka cenderung menutupi kesedihan, keluhan dan tangisan air matanya agar tetap terlihat sebagai seorang kepala keluarga yang kuat dihadapan istri dan anaknya.

Seorang ayah yang saleh adalah sumber doa dan keberkahan bagi keluarganya.

Doa seorang ayah memiliki kekuatan besar dalam memperoleh rahmat dan perlindungan dari Allah SWT.

Peran seorang ayah dalam Islam jauh lebih dari sekadar pencari nafkah. Ayah adalah pemimpin, pendidik, pelindung, dan sumber keberkahan bagi keluarganya.

Dengan memahami keutamaan ini dan melaksanakan tanggung jawabnya dengan baik, kita sebagai anak senantiasa harus memahami jasa seorang ayah dengan berbakti kepadanya.

Semoga keridhoan Allah senantiasa membersamai ayah kita semua, baik yang masih ada ataupun yang telah tiada, aaamiin. []

Muhammad Ahsan Rasyid

Muhammad Ahsan Rasyid, magister BSA UIN Sunan Kalijaga Yogyakarta yang juga aktif di berbagai organisasi dan kegiatan sukarelawan. Tinggal di Yogyakarta, dapat disapa melalui Email: rasyid.ahsan.ra@gmail.com.

Terkait

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *