Kabar Nasional

Temui Wamenag, Pemuda Katolik Minta Negara Hadir Saat Terjadi Intoleransi

HIDAYATUNA.COM, Jakarta – Pengurus Pusat Pemuda Katolik menolak keras aksi-aksi intoleransi yang terjadi di seluruh Indonesia. Pemuda Katolik meminta negara untuk hadir ketika ada persoalan intoleransi di daerah, seperti yang terjadi di Karimun, Kepulauan Riau.

Hal itu disampaikan oleh Ketua Umum PP Karolin Margret Natasa sat melakukan pertemuan dengan Wakil Menteri Agama, Zainut Tauhid Sa’adi di kantor Kementerian Agama, Jakarta, Rabu (12/2/2020). Dalam pertemuan tersebut hadir Wakil Sekjen PP Pemuda Katolik yang juga Ketua Komda DKI Jakarta Bondan Wicaksono, Ketua Lembaga Hubungan Antaralumni PP Pemuda Katolik Alfonsus Beo Say, dan Ketua Komcab Kabupaten Karimun Vadarones Purba.

Dalam siaran pers yang diterima di Jakarta, Jumat (14/2/2020) disebutkan, ada beberapa persoalan yang disampaikan oleh Ketua Umum PP Pemuda Katolik Karolin Margaret Natasa yang juga Bupati Kabupaten Landak, khususnya mengenai penolakan pembangunan gereja Ketolik di Karimun di Kepulauan Riau.

Pengurus Pusat Pemuda Katolik memiliki perhatian yang serius terhadap penyelesaian yang bisa diterima oleh berbagai pihak. Pemuda Katolik juga telah melakukan pendampingan terkait proses pembagunan gereja tersebut melalui para kader dan Pengurus Komisariat Cabang Kabupaten Karimun Komda Kepulauan Riau.

“Pemuda katolik bersikap tegas untuk menolak adanya upaya gerakan intoleransi yang ada di Karimun dan juga berbagai wilayah di berbagai daerah seluruh indonesia karena itu dapat memecah belah kehidupan berbangsa dan bernegara. Negara harus hadir dan konstitusi menjamin adanya kebebasan dalam hidup beragama di Indonesia,” ujar Karolin Margret Natasa.

Dalam kesempatan tersebut Karolin juga menyampaikan apresiasinya terhadap Kementerian Agama sebagai institusi pemerintah yang memfasilitasi agama-agama di indonesia, salah satunya terkait Pembinaan di lingkungan Dirjen Bimas Katolik.

Baca Juga :  Lakpesdam NU Desak RUU HIP Segera Dihentikan

Apalagi, lanjutnya, saat ini sudah ada pelaksana tugas yang telah ditunjuk dan meminta kepada Kementerian agama untuk dapat memperhatikan pembinaan para ASN di Dirjen Bimas Katolik dan seluruh Kakanwil di Indonesia.

“Harapanya semakin banyak ASN beragama katolik yang memiliki jenjang karier yang terpadu dalam membantu dan menunjang kinerja kerja pemerintah khususnya di lingkungan Kementerian Agama,” ujarnya.

Wakil Mentri Agama Zainut Tauhid Sa’adi mengucapkan terima kasih atas silahturahmi dan kunjungan persaudaraan ini. Kementerian Agama berkomitmen untuk memiliki perhatian yang serius terhadap penyelesaian yang dapat diterima para pihak yang bertentangan.

“Kami terus melakukan mediasi yang intensif demi memperoleh titik temu setiap perbedaan, sambil tetap menghormati proses pengadilan tata usaha negara yang sedang berjalan. Sebagai Wakil Ketua Umum MUI, saya juga akan berupaya mensinergikan dan mendorong keterlibatan yang positif dari MUI Provinsi Kepri dalam penyelesaian permasalahan ini,” ujar Wamenag.

Mengenai jenjang karier pejabat di Bimas Katolik, Kementerian Agama selalu mendengar dan berupaya merespon dengan cepat dan tepat setiap aspirasi dari masyarakat. Kementerian Agama tetap mempertimbangkan seluruh regulasi yang ada dan juga berkomitmen dalam membangun pembinaan seluruh ASN di lingkungan Kementerian Agama.

Disebutkan, problematika hubungan antarumat beragama memang hal yang sensitif, karena beragamnya karakter pemeluk agama di setiap agama, serta bervariasinya distribusi pemeluk agama di Indonesia yang menimbulkan adanya minoritas dan mayoritas di suatu daerah.

“Apa yang dialami mayoritas pemeluk suatu agama di daerah tertentu kadang dialami pula saat mereka menjadi minoritas di daerah lain. Begitu juga sebaliknya,” kata Zainut Tauhid Sa’adi.

Dirinya meyakini bahwa kesabaran setiap pihak dalam melakukan dialog inklusif dengan semangat kekeluargaan sebagai satu bangsa adalah praktik terbaik. Ini sekaligus wujud dari eksistensial negara dalam menjaga dan merawat kerukunan umat beragama di Indonesia.

Baca Juga :  KH. Salwa Arifin Sebut Radikalisme Harus Dipotong dari Akarnya

Dalam pertemuan tersebut PP Pemuda Katolik juga menyampaikan secara garis besar organisasi Pemuda Katolik selama 75 tahun berkiprah di indonesia belalui berbagai program dan karya nyata. Kiprah itu juga melalui kaderisasi yang terus dilakukan, sehingga Pemuda Katolik memiliki banyak kontribusi terhadap masyarakat dan bangsa.

Dalam kesempatan tersebut pula Pemuda Katolik akan menyelenggarakan Rapimnas I di Riau pada 8-10 Mei 2020. Rapimnas itu bertema “Menciptakan Pemuda Katolik yang Unggul untuk Indonesia Maju” serta menentukan langkah dan kebijakan stategis pemuda Katolik yang tersebar di seluruh Indonesia. (AS/Hidayatuna.com)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Back to top button
Close
Close