Teheran Tegaskan Kembali Prioritas Palestina untuk Dunia Muslim

 Teheran Tegaskan Kembali Prioritas Palestina untuk Dunia Muslim

Palestina prioritas dunia Islam (Ilustrasi/Hidayatuna)

HIDAYATUNA.COM, Teheran – Juru bicara Kementerian Luar Negeri Iran mengatakan usai sidang Organisasi Kerjasama Islam bahwa Palestina akan tetap menjadi isu pertama dunia Muslim.

“Palestina akan tetap menjadi prioritas utama dunia Muslim. Dan tidak ada yang bisa berkompromi dengan rezim apartheid Israel,” cuit Saeed Khatibzadeh, Selasa (21/03/2021). Setelah mengambil bagian dalam sesi ke-48 Dewan Menteri Luar Negeri (CFM) Dewan Menteri Luar Negeri (CFM), Organisasi Kerjasama Islam (OKI) di Islamabad, Pakistan.

Dia juga menekankan pentingnya memperkuat persatuan di antara negara-negara Muslim dalam menghadapi krisis di negara-negara seperti Afghanistan dan Yaman.

“Dari Yaman hingga Afghanistan, persatuan dunia Islam adalah kunci untuk mengatasi krisis,” kata Khatibzadeh.

Pertemuan tingkat tinggi OKI selama dua hari dibuka di Islamabad pada hari Selasa dengan tema “Membangun Kemitraan untuk Persatuan, Keadilan, dan Pembangunan”. Perdana Menteri Pakistan Imran Khan menyampaikan pidato utama pada sesi pengukuhan.

Khatibzadeh berpartisipasi dalam forum sebagai kepala delegasi tingkat tinggi atas nama Menteri Luar Negeri Iran Hossein Amir-Abdollahian.

Sebelumnya pada hari Selasa, pejabat Iran mengadakan pertemuan dengan Menteri Luar Negeri Pakistan Shah Mahmood Qureshi.

Iran selalu menekankan bahwa Palestina harus menjadi isu utama dunia Muslim. Mereka berkomitmen bahwa semua negara Muslim harus memperkuat persatuan mereka dan membangun hubungan yang lebih kuat untuk melawan rezim pendudukan Israel.

Dalam pertemuan dengan Duta Besar Palestina yang baru untuk Teheran, Salam al-Zawawi, pada bulan Februari. Presiden Iran Ebrahim Raeisi memperingatkan negara-negara Arab terhadap konsekuensi merugikan dari normalisasi hubungan dengan rezim Israel.

“Langkah beberapa negara Arab untuk menjalin hubungan dengan rezim Zionis (Israel) tidak hanya akan gagal. Untuk memastikan perlindungan dan keamanan mereka. Tetapi juga akan melipatgandakan masalah negara-negara ini dan masalah kawasan dan negara-negara Arab [lainnya],” kata Raeisi.

 

 

 

Sumber: PressTV/IQNA

Redaksi

Terkait

Leave a Reply

Your email address will not be published.

7 − six =