Tawaran Gencatan Senjata di Yaman Mendapat Dukungan Iran

 Tawaran Gencatan Senjata di Yaman Mendapat Dukungan Iran

Gencatan Senjata (Ilustrasi/Hidayatuna)

HIDAYATUNA.COM, Teheran – Dalam upaya rencana perdamaian yang mengarah pada kesempatan genjatan senjata secara nasional di Yaman mendapat dukungan dari Iran. Hal ini disampaikan otoritas Iran pada Selasa (23/3) kemarin.

Sebelumnya Arab Saudi menawarkan jalan tengah untuk mengakhiri peperangan di Yaman yang berlangsung selama hampir 6 tahun lamanya. Penawaran itu pun disambut baik oleh Iran.

Hal ini terbukti sehari setelah Arab Saudi menyampaikan pernyataan tersebut, Iran kemudian memberikan keterangan persnya untuk memberikan dukungan tersebut.

“Sejak awal perang ini, Republik Islam Iran telah menekankan bahwa krisis Yaman tidak memiliki solusi militer,” ujar Kementerian Luar Negeri (Kemlu) Iran dalam sebuah pernyataannya dilansir dari Anadolu Agency, Rabu (24/3/2021).

Kemlu Iran lanjut laporan tersebut mengaku mendukung semua jenis prakarsa perdamaian yang akan mengakhiri pendudukan dan membuka jalan bagi pencabutan blokade ekonomi.

“Memulai negosiasi politik dan memungkinkan transfer kekuasaan kepada rakyat Yaman tanpa intervensi asing,” sambungnya.

Sementara itu, Menteri Luar Negeri Arab Saudi Faisal bin Farhan menawarkan gencatan senjata yang diawasi oleh PBB antara pemerintah Yaman yang didukung Saudi dan pemberontak Houthi, yang didukung oleh Iran.

Serta pembukaan kembali Bandara Internasional Sana’a, dan dimulainya negosiasi politik. Sebagai informasi, Yaman dilanda kekerasan dan ketidakstabilan sejak 2014. Hal ini terjadi ketika pemberontak Houthi menguasai sebagian besar negara, termasuk ibu kota Sanaa.

Krisis meningkat pada 2015 ketika koalisi militer pimpinan Saudi meluncurkan kampanye udara yang bertujuan untuk menggulung kembali kemenangan teritorial Houthi.

Puluhan ribu orang Yaman, termasuk warga sipil, diyakini telah tewas dalam konflik tersebut, yang menyebabkan apa yang dikatakan PBB sebagai krisis kemanusiaan terburuk di dunia karena jutaan orang berhadapan dengan risiko kelaparan.

Romandhon MK

Peminat Sejarah Pengelola @podcasttanyasejarah

Terkait

Leave a Reply

Your email address will not be published.

five × 3 =