FikihIbadahKabar Unggulan

Tata Cara Salat Hajat Sesuai Syariat Agar Terkabul Hajatnya

HIDAYATUNA.COM – Tata cara salat sunnah hajat dapat dikerjakan 2 sampai 12 rakaat pada waktu siang maupun malam hari, kecuali waktu yang dilarang melaksanakan salat hajat.

Salat hajat merupakan ibadah salat sunah yang dilakukan seorang muslim agar segala keinginannya dikabulkan oleh SWT.

Setelah berusaha dan berjuang mewujudkan keinginannya, seorang muslim juga dianjurkan untuk mengerjakan salat hajat. Hal ini sesuai dengan sabda Rasulullah SAW dalam sebuah hadits, yang artinya:

“Siapa yang berwudhu dan sempurna wudhunya, kemudian salat dua rakaat (salat hajat) dan sempurna rakaatnya, maka Allah akan berikan apa yang ia minta cepat atau lambat.” (HR. Ahmad).

Di samping itu, salat hajat juga memiliki banyak manfaat dalam kehidupan sehari-hari. Lantas bagaimana tata cara salat hajat dan apa saja manfaatnya untuk setiap muslim? Simak tata cara salat hajat beserta manfaatnya dalam kehidupan sehari-hari berikut ini.

Tata Cara Salat Hajat

Salat hajat merupakan ibadah salat sunnah yang dilakukan seorang muslim agar segala keinginannya dikabulkan oleh SWT. Salat sunnah ini dapat dikerjakan 2 sampai 12 rakaat pada waktu siang maupun malam hari, kecuali waktu yang dilarang melaksanakan salat hajat. Berikut ini tata cara salat hajat beserta bacaannya.

1. Niat salat hajat

Ushollii sunnatal haajati rok’aataini lillahi ta’ala

Artinya:

“Aku berniat salat hajat sunnah hajat dua raka’at karena Allah Ta’ala.”

2. Membaca doa ifititah dan surat Al-fatihah

Setelah membaca niat dan melakukan takbiratul ikhram, berikut ini bunyi bacaan iftitah:

Allaahu Akbaru kabiiraw-walhamdu lillaahi katsiiran, wa subhaanallaahi bukrataw-wa’ashiila. Innii wajjahtu wajhiya lilladzii fatharas-samaawaati wal ardha haniifam-muslimaw-wamaa anaa minal musyrikiina. Inna shalaatii wa nusukii wa mahyaaya wa mamaatii lillaahi Rabbil ‘aalamiina. Laa syariikalahu wa bidzaalika umirtu wa anaa minal muslimiina.

Setelah membaca doa iftitah dilanjutkan dengan membaca surat Al-fatihah. Bacaan ini menjadi salah satu syarat wajib dalam melakukan salat.

Baca Juga :  Hari Hak Asasi Hewan: Ingatkan Cinta Nabi Pada Peliharaannya

3. Membaca Surat-surat pendek

4. Ruku

5. I’tidal

6. Sujud

7. Duduk diantara dua sujud

8. Sujud kedua dengan tuma’ninah

9. Melakukan raka’at kedua. Setelah itu lakukan tata cara salat hajat seperti rakaat pertama.

10. Setelah melakukan rakaat kedua, akhiri dengan salam.

Demikian tata cara salat hajat yang bisa Anda kerjakan di rumah.

Doa Setelah Salat Hajat

Setelah mengerjakan salat hajat, seorang muslim hendaknya melanjutkan berdoa memohon pertolongan Allah AWT. Selain itu juga dianjurkan untuk membaca shalawat untuk Rasulullah SAW. Hal ini sebagai wujud pengakuan atas segala keesaan Allah SWT dan meminta petunjuk dan pertolongan Allah SWT.

Dilansir dari laman NU Online, berikut ini beberapa doa khusus yang dianjurkan oleh Rasulullah SAW.



لَا إِلَهَ إِلَّا اللهُ الحَلِيْمُ الكَرِيْمُ ، سُبْحَانَ اللهِ رَبِّ العَرْشِ العَظِيْم ، الحَمْدُ لِلَّهِ رَبِّ العَالَمِيْنَ ، أَسْأَلُكَ مُوْجِبَاتِ رَحْمَتِكَ ، وَعَزَائِمَ مَغْفِرَتِكَ ، وَالغَنِيْمَةَ مِنْ كُلِّ بِرٍّ ، وَالسَّلَامَةَ مِنْ كُلِّ إِثْمٍ ، لَا تَدَعْ لِي ذَنْبًا إِلَّا غَفَرْتَهُ ، وَلَا هَمًّا إِلَّا فَرَّجْتَهُ ، وَلَا حَاجَةً هِيَ لَكَ رِضًا إِلَّا قَضَيْتَهَا يَا أَرْحَمَ الرَّاحِمِيْنَ

La ilaha illallahul halimul karim. Subhanallahi rabbil arsyil karimil azhim. Alhamdulillâhi rabbil alamîn. Asaluka mujibati rahmatik, wa azaima maghfiratik, wal ghanimata min kulli birrin, was salamata min kulli itsmin. La tada li dzanban illa ghafartah, wa la hamman illa farrajtah, wa la hajatan hiya laka ridhan illa qadhaitaha ya arhamar rahimin.

Artinya:

“Tiada Tuhan selain Allah yang maha lembut dan maha mulia. Maha suci Allah, penjaga Arasy yang agung. Segala puji bagi Allah, Tuhan alam semesta. Aku mohon kepada-Mu bimbingan amal sesuai rahmat-Mu, ketetapan ampunan-Mu, kesempatan meraih sebanyak kebaikan, dan perlindungan dari segala dosa. Janganlah Kau biarkan satu dosa tersisa padaku, tetapi ampunilah. Jangan juga Kau tinggalkanku dalam keadaan bimbang, karenanya bebaskanlah. Jangan pula Kau telantarkanku yang sedang berhajat sesuai ridha-Mu karena itu penuhilah hajatku. Hai Tuhan yang maha pengasih.”

Tags

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Back to top button
Close
Close