Tahun 2021 Disebut Tahun Paling Sulit Bagi Rakyat Palestina

 Tahun 2021 Disebut Tahun Paling Sulit Bagi Rakyat Palestina

Peringatan Tokoh Pejuang Anti-Apartheid Dihelat di Kota Gaza (Ilustrasi/Hidayatuna)

HIDAYATUNA.COM, Jakarta – Sepanjang tahun 2021 masyarakat Palestina mengalami deretan peristiwa yang tidak mungkin dilupakan dalam sejarah. Dari mulai pembongkaran, pemindahan, pengusiran keluarga, dan upaya pendudukan Israel untuk memaksakan status quo baru di Masjid Al-Aqsha Al-Mubarak.

Pakar spesialis urusan Al-Quds, Fakhri Abu Diab menyebut tahun 2021 sebagai “tahun terburuk yang tidak mudah untuk dilupakan masyarakat Palestina.

“Aksi protes besar-besaran massa Palestina atau yang dikenal dengan Habbatul Al-Quds di Bab al-Amud terjadi karena serangan pendudukan Israel. Dan upayanya mengosongkan jamaah Masjid Al-Aqsha dan mengusir penduduk Sheikh Jarrah. Dan Batn al-Hawa dari rumah mereka,” kata Abu Diab dilansir, Jumat (31/12/2021).

Dia menjelaskan bahwa daerah di bawah kendali langsung pemerintah kota pendudukan Israel di Al-Quds menjadi ajang penghancuran sekitar 170 rumah tahun ini. Sepertiga dari itu merusak diri sendiri untuk menghancurkan moral dan kekuatan rakyat.

“Hampir 22.000 unit rumah di Al-Quds sejauh ini telah menerima surat perintah pembongkaran. Ini berarti bahwa sepertiga dari warga Al-Quds terancam akan dihancurkan dan diusir dari rumah mereka,” jelasnya.

Abu Diab menambahkan, “Pendudukan Israel terus bekerja menciptakan kerusakan/ketidakseimbangan. Dalam struktur demografis dan membuat pemukim Yahudi menang. Di samping banyak proyek yahudisasi untuk merumuskan dan menulis sejarah baru untuk kepentingan narasi Talmud Yahudi di Al-Quds.”

Dia memperingatkan, “Tahun 2021 juga menyaksikan peningkatan jumlah pemukim dan ekstremis yang menyerbu Masjid Al-Aqsha. Sekaligus upaya untuk memaksakan fakta baru dengan dukungan polisi pendudukan Israel. Terutama pelaksanaan salat berjamaah dengan persetujuan dari pengadilan pendudukan.”

Selain itu, dia menyebut bahwa pada tahun 2021, Masjid Al-Aqsa menyaksikan penyerbuan halamannya oleh sekitar 37.000 pemukim. Di antara mereka adalah ekstremis yang sekarang menyerukan secara terbuka membongkar Al-Aqsha dan membangun kuil mitos sebagai penggantinya.

Dia menambahkan, tahun 2021 juga terjadi kegagalan warga Palestina mendapatkan izin bangunan Palestina.

“Akibatnya menghancurkan seluruh perkampungan di kota Al-Quds. Seperti Wadi Yasoul dan Wadi Al-Bustan,” pungkasnya.

Romandhon MK

Peminat Sejarah Pengelola @podcasttanyasejarah

Terkait

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *