Sulis ‘Cinta Rasul’: Aku Nggak Mungkin Berkhianat dari Dakwah

 Sulis ‘Cinta Rasul’: Aku Nggak Mungkin Berkhianat dari Dakwah

Sulis ‘Cinta Rasul’ (Ilustrasi/Hidayatuna)

Digiqole ad

HIDAYATUNA.COM, Jakarta – Generasi tahun 90-an tentu masih ingat dengan sosok Sulis, penyanyi religi yang viral bersama Hadad Alwi dengan lagu legendarisnya ‘Cinta Rasul’. Sulis mengawali karir sejak anak-anak.

Bermula dari pemilihan backing vocal di tempatnya mengaji di Solo untuk duet dengan penyanyi religi di Jakarta, Sulis justru dikenal sebagai legenda salawat. Sulis membagikan perjalanan dakwahnya lewat lagu religi itu bersama Melaney Ricardo, di kanal Youtube Melaney.

Sebagai penyanyi religi yang kerap mengumandangkan lagu-lagu Islami, barangkali inilah berkah dari Allah SWT. untuk hamba-Nya yang bersalawat. Dalam video tersebut, Sulis juga mengungkapkan bahwa hidupnya berubah lebih baik. Bahkan derajat keluarganya terangkat setelah banyak kesulitan yang dialami semasa kecil dari jalan bernyanyi dan berdakwah.

Hidup Kekurangan

Sulis pun mengakui bahwa sedari kecil ia tinggal di pinggir sungai di sebuah rumah petak yang hanya ada satu ruangan, bersama keluarganya. Ayahnya seorang sopir pribadi. Ketika malam, ia meminjam becak seorang teman untuk mencari uang tambahan demi menghidupi Sulis dan kakak-kakanya, beserta ibunya.

Hinaan dan kesulitan silih-berganti mengiringi hidup Sulis ketika anak-anak. Kondisi ekonomi yang kurang membuatnya tumbuh menjadi pribadi yang kuat hingga kini, hal itu tak lepas dari kedua orangtuanya yang fighter.

Bahkan ketika ibu dari dua anak itu sudah berhasil di Jakarta, saat lagunya laku 1 juta copy dalam waktu singkat. Sulis dengan polosnya berkata ingin televisi. Itu ia sampaikan setelah sang produser menanyai keinginannya.

Dulu, orangtua Sulis memang tidak mampu membelikannya televisi sehingga ia harus menumpang di tempat tetangga hanya untuk menonton tv. Dari situlah hinaan itu bermula.

Konsisten Membawakan Lagu Bertema Religius

Jalan dakwah yang dilalui Sulis ini tak pernah terencana sebelumnya. Hanya karena ia suka menyanyi, kemudian takdir mempertemukannya dengan sang produser saat itu.

Berangkat dari jalan tersebut, hingga kini Sulis tak pernah ‘neko-neko’. Ia konsisten di jalannya dan tak berniat untuk beralih jalur ke jenis lagu lain.

“Aku hidup dari kecil sampai sekarang ini, jalan ini yang menghidupi aku, bernyanyi dan berdakwah. Aku nggak mungkin berkhianat dari jalan ini (dakwah),” kata Sulis kepada Melaney, Selasa (12/4/2021).

“Kalau pun aku ingin mencoba jalur lain, lagu-lagu itu pasti lagu-lagu yang membawa keindahan juga. Kan, religiusitas itu nggak hanya kepada Allah, kepada Rasulullah, kepada nabi, kan nggak begitu. Bahwa aku cinta kepada sesama, cinta kepada alam semesta, cinta kepada ciptaan Allah, itu kan juga religius. Selama di dalam lagu itu ada nilai kebaikan, ada nilai keindahan, ada nilai kebenaran, maka itulah religius,” papar Sulis.

Redaksi

Terkait

Leave a Reply

Your email address will not be published.

10 + four =