Kabar Internasional

Subhanallah, Eks Pendeta Swedia Pilih Islam Meski Sudah Dibujuk Berbagai Cara

HIDAYATUNA.COM, Jakarta – Benar kiranya bahwa hidayah Allah SWT datang kepada hambanya itu tak bisa disangka-sangka. Misalnya kasus seorang Pendeta Kristen Swedia, Leif Skjetne (75 tahun) ini, tetap kukuh memilih Islam meski sudah dibujuk dengan berbagai cara agar kembali ke agama lamanya.

Setelah memutuskan masuk Islam, eks pendeta ini mengubah namanya menjadi Ahmad Skjetne. Guna memperdalam ilmu agama Islam, ia pun kemudian memilih menetap di Maroko.

Dilansir Idtoday News dari SVT TV Swedia, menyebutkan bahwa kisah Pendeta Kristen Swedia Leif Skjetne menjadi pembahasan di negara asalnya. Dalam siarannya, televisi Swedia itu juga menyoroti sosok pengungsi muslim dari Maroko yang menyebabkan Leif Skjetne memutuskan jadi mualaf.

Akibat kepindahan agama yang dilakukan Leif Skjetne ini, pihak gereja di Swedia rela mengirimkan utusan ke Maroko untuk membujuk Leif Skjetne kembali memeluk agama Kristen. Namun bujukan untuk meninggalkan Islam itu nyatanya tak mempan.

Sebaliknya, Leif Skjetne semakin kukuh dan kuat memilih Islam sebagai agama yang benar. Sebelumnya, Ahmed Skjetne, telah bekerja sebagai pendeta di Gereja Swedia selama 30 tahun. Hampir 15 tahun di antaranya, dia aktif dalam penggembalaan Skillingaryd, tetapi tiga tahun lalu dia memutuskan untuk masuk Islam.

Hal itu ia sampaikan dalam sebuah wawancara khusus dengan stasiun televisi SVT TV baru baru ini. Setelah sering berhubungan dengan para pengungsi, Leif Skjetne mulai mengenal Islam dan tertarik mendalami agama yang dibawa Nabi Muhammad tersebut.

“Seorang guru di SFI (red. Bahasa Swedia untuk imigran) yang menghubungi saya dan mengatakan bahwa mereka memiliki mantan siswa yang tidak suka tinggal di perumahan pengungsi dan bertanya-tanya apakah dia bisa pindah ke rumah saya,” kenang Skjetne dikutip Senin (14/9/2020).

Baca Juga :  Israel Kukuh Akan Lakukan Operasi Militer di Jalur Gaza

Ia mengaku takjub melihat seorang imigran Maroko yang disiplin menjalankan salat lima waktu. Ia melihat kedisiplinan dalam salat lima waktu, dan itulah yang menginspirasinya untuk masuk Islam.

“Itu menginspirasi saya dan pada 2016 saya bahkan melaksanakan puasa Ramadhan. Pada Desember 2017, saya mengucapkan dua kalimat syahadat masuk Islam,” jelasnya.

Menurut Skjetne, Gereja Swedia mencoba merekrutnya kembali, namun tidak berhasil.

“Mereka mengirim asisten diakonia ke Maroko untuk mencoba menyelamatkan saya (mengembalikan ke Kristen). Tapi saya tidak butuh penyelamatan,” tandasnya. (Hidayatuna/MK)

Tags

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Back to top button
Close
Close