Cancel Preloader

Sosok Wanita Pebisnis Sukses dari Makkah

 Sosok Wanita Pebisnis Sukses dari Makkah

Wanita Pebisnis Makkah (Iustrasi/Hidayatuna)

Digiqole ad

HIDAYATUNA.COM – Masyarakat Quraisy Makkah tak hanya bergelut pada aktivitas para pebisnis yang terbatas pada lelaki. Pada masa itu melahirkan banyak pebisnis-pebisnis wanita yang sukses, bahkan mempekerjakan laki-laki seperti Sayyidah Khadijah.

Sayyidah Khadijah yang dikenal sebagai wanita pebisnis sukses hanya satu dari sekian banyak wanita pebisnis sukses di masa Rasulullah Saw. Barangkali nama Al-Hanzhaliyah, ibu dari Abu Jahal belum begitu banyak diketahui publik.

Keduanya merupakan sosok pebisnis yang terkenal. Kisah sukses wanita pebisnis andalan ini bahkan disebutkan dalam beberapa riwayat.

Nabi Muhammad Saw pernah memberi petunjuk kepada perempuan tentang jual-beli. Salah seorang di antaranya adalah adalah Qiat yang diberi petunjuk oleh Rasulullah Saw menyangkut penetapan harga.

Nabi perpesan kepada Qiat: “Apabila engkau ingin membeli atau menjual sesuatu, maka tetapkanlah harga yang engkau inginkan untuk membeli atau menjualnya. Baik kemudian engkau diberi ataupun tidak.”

Artinya, dalam menetapkan harga, pebisnis tidak perlu bertele-tele dalam berjual-beli. Demikian disebutkan dalam Thabaqat Ibnu Sa’d.

Wanita Tiang Negara di Bidang Perdagangan

Alquran pun telah mengabadikan keterlibatan perempuan dalam dunia bisnis, yakni dalam QS. An-Nisa ayat 32:

Lirrijaali nashibun mimmaaktasabu walinnisaa-I nashibun mimmaaktasabu.

Artinya: “Bagi para lelaki, hak memperoleh bagian dari hasil usaha mereka dan bagi perempuan juga hak memperoleh bagian dari hasil usaha mereka.”

Kota Makkah semakin mengalami kemajuan dari hasil perputaran mata uang oleh pebisnis sukses. Seperti yang salah duanya ialah Sayyidah Khadijah dan Al-Hanzhaliyah.

Barangkali inilah pula yang disebut wanita sebagai tiang negara, selain keberhasilannya dalam mendidik anak dan keluarganya.

Kemajuan Kota Makkah yang sangat berarti ini dialami ketika masa kepemimpinan Abdul Muthallib. Apalagi dengan kedatangan para penduduk dari luar Arab yang semakin banyak.

Mereka kemudian memutuskan untuk bermukim di sana karena melarikan diri dari penindasan di tempat asal mereka, seperti dari Byzantium, Persia, Habasyah, dan Mesir.

Dengan pesatnya kemajuan Kota dari bidang perdagangan/bisnis itu, tak pelak muncul pula wanita-wanita pebisnis lainnya di Makkah. Mereka tentu tak kalah hebat.

Kalau sudah begitu, tak ada alasan bagi wanita-wanita hebat masa kini untuk meraih kesuksesan. Sebagaimana Sayyidah Khadijah yang andal di bidang bisnis, bahkan wanita masa kini bisa sukses di bidang yang lebih luas lagi.

Redaksi

Redaksi

Terkait

Leave a Reply

Your email address will not be published.

nine − six =