Soegiarin, Jurnalis yang Memviralkan Kemerdekaan Indonesia dengan Sandi Morse

 Soegiarin, Jurnalis yang Memviralkan Kemerdekaan Indonesia dengan Sandi Morse

Soegiarin, Jurnalis yang Memviralkan Kemerdekaan Indonesia dengan Sandi Morse (Ilustrasi/Hidayatuna)

Digiqole ad

HIDAYATUNA.COM – Zaman digital dengan banyaknya fasilitas media sosial bukanlah hal yang sulit untuk memviralkan sesuatu. Inilah bedanya dengan zaman dulu, misalnya sosok R Soegiarin yang harus berjuang menyebarkan berita kemerdekaan Indonesia pada tahun 1945 dengan sandi morse.

Bayangkan, betapa rumit dan terbatasnya akses masyarakat Indonesia saat itu ketika harus mengetahui kabar dari Soegiarin. Meski demikian, di masa penjajahan kala itu ia nyatanya berhasil memviralkan berita kemerdekaan Republik Indonesia ke seluruh dunia.

R. Soegiarin merupakan jurnalis yang bekerja di Domei (sekarang kantor berita Antara) milik Belanda. Ia lahir di Grobogan, Jawa Tengah 13 Juli 1918. Ketika hendak memviralkan berita kemerdekaan Republik Indonesia itu, Domei dijaga ketat oleh pasukan Jepang, ia harus menyelinap dari pasukan Jepang.

Belum lagi menyiapkan mesin morse dan mengirimkan berita proklamasi dengan morse ke kantor-kantor berita di seluruh dunia di bawah tekanan tentara Jepang.

Di bawah komando Adam Malik, pimpinannya, Soegiarin akhirnya memberanikan diri untuk menyelinap di kantor Domei dan menyiarkan proklamasi kemerdekaan menggunakan mesin morse. Perjuangan yang tidak mudah dan tentu membutuhkan jiwa ksatria yang tinggi sehingga patut mendapatkan apresiasi.

Diburu Polisi Militer

Meski namanya tidak begitu dikenal umum, namun peran Soegiarin begitu penting dalam kemerdekaan. Berkat Soegiarin-lah sekarang kita tahu bahwa Indonesia telah merdeka dari tangan penjajahan Belanda hingga kedaulatan Indonesia merdeka pun diakui dunia.

Setelah berita menyebar ke seluruh dunia, semua jadi gempar. Saat itulah kemudian Soegiarin diburu oleh Kempetai (polisi militer).

Soegiarin akhirnya meninggal pada 2 Nopember 1987 di Jakarta. Almarhum kemudian dimakamkan di makam keluarga, Blok Makam Kadipaten Gunung Brintik TPU Bergota sesuai keinginannya semasa hidupnya.

Sebelumnya, tentu tidak banyak yang tahu bagaimana proses memviralkan kabar kemerdekaan Indoneisa dan sosok di baliknya yang ternyata menggunakan bahasa morse. Hendaknya semangat dan keberanian Soegiarin ini menjadi contoh generasi muda dalam mengabarkan kebaikan bangsa dan negara kepada dunia luar.

Menjelang detik-detik peringatan Kemerdekaan Republik Indonesia, Sabtu pagi (14/8/2021) kemarin Ganjar Pranowo pun menyempatkan diri menziarahi makam tokoh penting ini. Gubernur Jawa Tengah ini berkunjung ke makam Soegiarin bersama jurnalis untuk mendoakan, menghormati dan mengenang perjuangan sang tokoh.

Redaksi

Terkait

Leave a Reply

Your email address will not be published.

fourteen − four =