Soal Penangkapan 24 Jemaah, Kemlu RI: Mereka Palsukan Visa Haji

 Soal Penangkapan 24 Jemaah, Kemlu RI: Mereka Palsukan Visa Haji

Visa Haji

HIDAYATUNA.COM, Jakarta – Kementerian Luar Negeri (Kemlu) RI turut mendampingi pemeriksaan terhadap 24 jemaah haji asal Indonesia yang ditangkap aparat keamanan Arab Saudi.

Menurut Direktur Perlindungan WNI dan BHI Kemlu RI Judha Nugraha penangkapan dilakukan karena adanya tindakan melawan hukum. Dimana mereka diduga telah melakukan pemalsuan visa haji.

Adapun 24 orang yang ditangkap polisi Arab Saudi ini, mereka terdiri dari 22 jamaah dan dua coordinator.

“Mereka tercatat masuk ke Saudi dengan menggunakan visa ziarah syakhsiyah,” kata Judha Nugraha dilansir dari Antara, Jum’at (31/5/2024).

Sementara itu lanjut dia, pada 28 Mei 2024, pihak KJRI Jeddah telah mendampingi pemeriksaan dan menyediakan jasa penerjemah bagi 24 WNI yang ditangkap otoritas keamanan Saudi di Madinah.

Berdasarkan informasi terakhir dari otoritas Saudi, sebanyak 22 jamaah Indonesia itu akan dibebaskan. Sementara dua orang koordinator akan diproses hukum bersama supir dan pemilik bus.

Sebagai informasi, sebelumnya sebanyak 24 jemaah haji asal Indonesia ditangkap polisi setempat pada Selasa, 28 Mei 2024 sekitar pukul 12.00 Waktu Arab Saudi.

Ketika itu datang satu bus yang membawa 24 orang ke Bir Ali. Petugas haji yang bertugas melihat ada keganjilan. Sebab, pada jam-jam tersebut tidak ada jadwal kedatangan jemaah haji Indonesia ke Bir Ali.

Pihak petugas pun kemudian langsung melakukan pengecekan ke dalam bus. Ketika ditanya, mereka mengaku sebagai jemaah haji jalur furada (haji undangan dari Kerajaan Arab Saudi).

Namun, belum sempat meninggalkan Bir Ali, romobongan itu kemudian mendapat pemeriksaan (check point) awal di Bir Ali. Pemeriksaanini dilakukan oleh pihak Masyariq (pihak ketiga pelayanan haji di Arab). []

Redaksi

Terkait

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *