Sisi Lain Kehidupan Generasi Terbaik

 Sisi Lain Kehidupan Generasi Terbaik

Mengenal Kisah Sahabat Nabi Muhammad: Abu ‘Ubaidah bin Jarrah

HIDAYATUNA.COM, Yogyakarta – Imam al-Qarrafi berkata: “Kalaulah Muhammad Saw tidak punya mukjizat selain para sahabatnya tentu itu sudah cukup untuk membuktikan kenabiannya.”

Ungkapan ini menunjukkan bahwa sesungguhnya mukjizat Nabi Saw yang paling luar biasa itu bukanlah keluarnya air dari tangan, bertasbihnya makanan, terbelahnya bulan atau mukjizat-mukjizat hissi lainnya.

Melainkan keberhasilan beliau dalam mendidik orang-orang biasa menjadi luar biasa, jahiliah menjadi ‘alimiyah, penggembala kambing menjadi pemimpin bangsa.

Namun demikian, apakah masyarakat sahabat masyarakat yang hari-hari mereka selalu serius dan bersungguh-sungguh? Apakah semua mereka seperti Abu Bakar, Umar, Utsman atau Ali r.a.?

Tentu tidak. Sebagai sebuah masyarakat, tentu mereka sangat bervariasi. Ada sosok bijak dan tenang seperti Abu Bakar. Ada sosok tegas dan berwibawa seperti Umar.

Ada sosok penyantun dan dermawan seperti Utsman. Ada sosok pemberani dan alim seperti Ali. Tapi juga ada sosok seperti Nu’aiman.

Siapa Nu’aiman?

Nu’aiman dikenal sebagai sosok yang suka bercanda. Tak jarang candanya terlihat ‘berlebihan’.

Seperti yang diriwayatkan Imam Ahmad dalam Musnad, Ibnu Majah dalam Sunan, Ibnu Sa’ad dalam Thabaqat dan dinukil oleh Ibnu Hajar dalam al-Ishabah.

Suatu ketika Abu Bakar pergi berdagang ke daerah Bushra. Di antara sahabat yang ikut adalah Nu’aiman dan Suwaibith bin Harmalah. Kedua sahabat ini adalah Badriy (pernah ikut dalam perang Badar).

Suwaibith diamanahkan oleh Abu Bakar untuk menjaga makanan dan bekal selama perjalanan.

Nu’aiman yang merasa lapar datang menemui Suwaibith untuk minta makanan. Tapi Suwaibith enggan memberinya sampai Abu Bakar datang.

Karena permintaannya tidak dipenuhi, Nu’aiman berencana ‘mengerjai’ Suwaibith. Ia pergi menemui sebuah kafilah yang akan lewat di tempat mereka istirahat.

Ia berkata pada kafilah itu, “Maukah kalian membeli budakku?”

Ia menyebut harga yang cukup murah. Mereka tertarik.

Tapi Nu’aiman berkata, “Kalian mesti hati-hati karena budakku itu pandai bersilat lidah. Ia akan mengatakan kalau ia bukan seorang budak.”

Kafilah itu mengerti dan mereka tetap bersedia membeli sang budak ‘bohongan’ dari Nu’aiman.

Ketika sampai, Nu’aiman menunjuk ke arah Suwaibith lalu berkata pada pimpinan kafilah, “Itu dia budakku.”

Mereka pun segera menarik Suwaibith.

Suwaibith berteriak, “Aku bukan budak. Aku manusia merdeka.”

Mendengar hal itu pimpinan kafilah berkata, “Kami sudah tahu kamu akan berkata seperti itu.” Dan mereka tetap menarik Suwaibith.

Sampai akhirnya Abu Bakar datang dan menemui pimpinan kafilah lalu menjelaskan bahwa sebenarnya Nu’aiman bercanda.

Akhirnya Suwaibith pun lolos dari perbudakan.

Setelah pulang ke Madinah mereka menceritakan hal itu pada Rasulullah Saw. Rasulullah Saw dan para sahabat yang mendengar kejadian itu tertawa mendengarnya.

Bukan hanya satu atau dua hari, bahkan selama setahun setiap cerita itu diulang Nabi Saw dan para sahabat kembali tertawa.

Alangkah indahnya hidup di tengah komunitas yang sangat bervariasi seperti masyarakat sahabat.

Tentunya dibawah ayoman seorang pemimpin yang menghargai keragaman dan perbedaan itu.

Pemimpin yang ikut tertawa ketika masyarakatnya tertawa dan menangis ketika masyarakatnya menangis.

Bergaul dengan orang-orang yang wajahnya selalu berkerut, pembawaannya selalu tegang, serius dan tak pernah bercanda, kalimat-kalimatnya selalu tajam, dalam kamus pembicaraannya yang ada hanya hitam atau putih, tentu sesuatu yang bisa membawa pada ‘kegilaan’.

Hidup ini karunia. Karena itu buat ia selalu indah dan membahagiakan. Jangan dirusak dan dikotori dengan perdebatan-perdebatan yang tak ada ujungnya.

Selamat berbahagia dengan mengenang hari lahirnya Baginda Rasulullah Saw.

اللهم صل على سيدنا محمد وعلى آله وصحبه وسلم تسليما كثيرا عدد ما ذكرك الذاكرون وغفل عن ذكرك الغافلون

[]

Yendri Junaidi

Pengajar STIT Diniyah Putri Rahmah El Yunusiyah Padang Panjang. Pernah belajar di Al Azhar University, Cairo.

Terkait

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *