Sikap Menghargai Pendapat Orang Lain dalam Perspektif Islam

 Sikap Menghargai Pendapat Orang Lain dalam Perspektif Islam

Sikap Menghargai Pendapat Orang Lain dalam Perspektif Islam (Ilustrasi/Hidayatuna)

HIDAYATUNA.COM, Yogyakarta – Berdasarkan penerapan sistem demokrasi yang sudah dirancang, pendapat merupakan salah satu unsur interaksi sosial antar manusia yang harus dijunjung tinggi dan dihargai.

Setiap individu memiliki pandangan dan pendapat yang berbeda-beda tergantung pada latar belakang, pengalaman, dan pemahaman mereka terhadap suatu masalah.

Dalam konteks kehidupan sehari-hari, sering kali kita dihadapkan pada situasi di mana kita harus berinteraksi dengan orang lain yang memiliki pandangan yang berbeda dengan kita.

Dalam hal ini, penting bagi kita untuk dapat menghargai pendapat orang lain meskipun berbeda dengan yang kita miliki.

Islam menghargai pendapat orang lain merupakan sebuah nilai yang sangat ditekankan.

Hal ini didasarkan pada ajaran-ajaran Islam yang menekankan pentingnya toleransi, keadilan, dan saling menghormati dalam berinteraksi dengan sesama manusia.

Ajaran Islam mengajarkan pentingnya untuk mendengarkan pendapat orang lain dengan hati yang terbuka.

Allah Swt. berfirman dalam Al-Qur’an yang berbunyi;

وَاِنْ تُطِعْ اَكْثَرَ مَنْ فِى الْاَرْضِ يُضِلُّوْكَ عَنْ سَبِيْلِ اللّٰهِۗ اِنْ يَّتَّبِعُوْنَ اِلَّا الظَّنَّ وَاِنْ هُمْ اِلَّا يَخْرُصُوْنَ

Artinya:

“Jika engkau mengikuti (kemauan) kebanyakan orang (kafir) di bumi ini (dalam urusan agama), niscaya mereka akan menyesatkanmu dari jalan Allah.

Mereka hanya mengikuti persangkaan belaka dan mereka hanyalah membuat kebohongan.” (Q.S. Al-An’am ayat 116)

Ayat ini menekankan bahwa tentang kebenaran Nabi Muhammad, Allah Ta’ala melarangnya untuk menghiraukan musuh-musuhnya yang tidak mau tergerak untuk mengikuti petunjuk Allah.

Dan jika kamu mengikuti kebanyakan orang di Bumi ini yang memilih kesesatan daripada hidayah, niscaya mereka akan menyesatkanmu dari jalan Allah.

Yang mereka ikuti hanya persangkaan belaka yang tidak memiliki landasan yang kuat, hanya karena mengikuti hawa nafsu belaka yang terus membuai mereka, dan mereka hanyalah membuat kebohongan yang tidak sesuai dengan kenyataan.

Namun demikian, hal ini tidak menghalangi kita untuk mendengarkan dengan baik apa yang dikatakan orang lain dan mencoba memahami sudut pandang mereka.

Islam juga mengajarkan pentingnya untuk bersikap adil dalam menanggapi pendapat orang lain. Rasulullah Shallallahu ‘Alaihi wa Sallam bersabda;

مَنْ لَا يَشْكُرُ النَّاسَ لَا يَشْكُرُ اللَّهَ

Artinya:

“Barangsiapa yang tidak bisa bersyukur kepada manusia maka dia tidak akan mampu bersyukur pada Allah.” (H.R. Abu Dawud).

Hadits ini menekankan bahwa kita harus menghargai kontribusi dan pendapat orang lain karena hal itu merupakan bagian dari bersyukur kepada Allah atas nikmat yang telah diberikan-Nya kepada kita melalui bantuan dan dukungan sesama manusia.

Sikap adil dalam menanggapi pendapat orang lain juga mencerminkan sikap yang terpuji dalam Islam.

Islam juga telah mengajarkan pentingnya untuk memperlakukan orang lain dengan penuh kasih sayang dan penghormatan. Rasulullah saw. bersabda;

لاَ يُؤْمِنُ أَحَدُكُمْ حَتَّى يُحِبَّ لِأَخِيْهِ مَا يُحِبُّ لِنَفْسِهِ

Artinya:

“Salah seorang di antara kalian tidaklah beriman (dengan iman sempurna) sampai ia mencintai saudaranya sebagaimana ia mencintai dirinya sendiri.” (H.R. Bukhari dan Muslim).

Hadits ini menegaskan bahwa cinta, kasih sayang, dan penghormatan harus diperlihatkan kepada sesama manusia tanpa memandang perbedaan pandangan atau latar belakang.

Dengan memperlakukan orang lain dengan penuh kasih sayang dan penghormatan, kita dapat menciptakan lingkungan yang harmonis dan saling mendukung.

Selanjutnya, Islam juga menekankan pentingnya untuk menghindari sikap otoriter dan memaksakan pendapat kepada orang lain.

Allah Swt. berfirman dalam Al-Qur’an;

وَاِنْ كَانَ كَبُرَ عَلَيْكَ اِعْرَاضُهُمْ فَاِنِ اسْتَطَعْتَ اَنْ تَبْتَغِيَ نَفَقًا فِى الْاَرْضِ اَوْ سُلَّمًا فِى السَّمَاۤءِ فَتَأْتِيَهُمْ بِاٰيَةٍۗ وَلَوْ شَاۤءَ اللّٰهُ لَجَمَعَهُمْ عَلَى الْهُدٰى فَلَا تَكُوْنَنَّ مِنَ الْجٰهِلِيْنَ

Artinya: Jika keberpalingan mereka terasa berat bagimu (Nabi Muhammad), andaikan engkau dapat membuat lubang di bumi atau tangga ke langit lalu engkau dapat mendatangkan bukti (mukjizat) kepada mereka,

(maka buatlah). Seandainya Allah menghendaki, tentu Dia akan menjadikan mereka semua mengikuti petunjuk.

Oleh karena itu, janganlah sekali-kali engkau termasuk orang-orang yang bodoh. (Al-An’am: 35).

Ayat ini mengingatkan kita bahwa kebenaran datang dari Allah Swt. dan bukan dari kekuatan atau dominasi manusia terhadap manusia lainnya.

Oleh karena itu, kita harus menghindari sikap otoriter dan memaksakan pendapat kepada orang lain, namun sebaliknya, kita harus membimbing dan memberikan nasihat dengan penuh kebijaksanaan dan kesabaran.

Dalam konteks hubungan antarumat beragama, Islam juga menekankan pentingnya untuk memelihara kerukunan dan perdamaian.

Allah Swt. berfirman dalam Al-Qur’an:

وَلَا تَسُبُّوا الَّذِيْنَ يَدْعُوْنَ مِنْ دُوْنِ اللّٰهِ فَيَسُبُّوا اللّٰهَ عَدْوًا ۢ بِغَيْرِ عِلْمٍۗ كَذٰلِكَ زَيَّنَّا لِكُلِّ اُمَّةٍ عَمَلَهُمْۖ ثُمَّ اِلٰى رَبِّهِمْ مَّرْجِعُهُمْ فَيُنَبِّئُهُمْ بِمَا كَانُوْا يَعْمَلُوْنَ

 Artinya:

“Dan Janganlah kamu memaki (sesembahan) yang mereka sembah selain Allah karena mereka nanti akan memaki Allah dengan melampaui batas tanpa (dasar) pengetahuan.

Demikianlah, Kami jadikan setiap umat menganggap baik pekerjaan mereka.

Kemudian kepada Tuhan merekalah tempat kembali mereka, lalu Dia akan memberitahukan kepada mereka apa yang telah mereka kerjakan.” (Q.S. Al-An’am ayat 108)

Ayat ini menegaskan bahwa kita harus menghormati keyakinan dan kepercayaan orang lain meskipun berbeda dengan keyakinan kita sendiri.

Dengan memelihara kerukunan dan perdamaian antarumat beragama, kita dapat menciptakan masyarakat yang toleran dan menghargai keberagaman.

Dengan demikian, pandangan Islam berdasarkan apa yang terdapat dalam ajaran-ajarannya dalam menghargai pendapat orang lain sangatlah luas dan mencakup berbagai aspek kehidupan.

Islam mengajarkan kita untuk mendengarkan pendapat orang lain dengan hati yang terbuka, bersikap adil dalam menghargai pendapat.

Memperlakukan orang lain dengan penuh kasih sayang dan penghormatan, menghindari sikap otoriter, dan memelihara kerukunan antarumat beragama.

Dengan menerapkan nilai-nilai tersebut dalam kehidupan sehari-hari, kita dapat menciptakan masyarakat yang harmonis, saling menghormati, dan menghargai keberagaman. []

Muhammad Ahsan Rasyid

Muhammad Ahsan Rasyid, magister BSA UIN Sunan Kalijaga Yogyakarta yang juga aktif di berbagai organisasi dan kegiatan sukarelawan. Tinggal di Yogyakarta, dapat disapa melalui Email: rasyid.ahsan.ra@gmail.com.

Terkait

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *