Cancel Preloader

Sifat Ujub

 Sifat Ujub

Sifat Ujub

Digiqole ad

Oleh: Prof. H. Ahmad Thib Raya

HIDAYATUNA.COM – Sifat ujub adalah sikap bangga diri karena kelebihan yang dimiliknya. Kelebihannya itu yang membuat dia ujub. Seseorang tidak akan ujub kalau dia tidak memiliki kelebihan. Karena itu, berhati-hatilah ketika kita memiliki kelebihan. Ketika itu, sifat ujub gampang muncul.  Sifat ujub itu adalah salah satu dati tiga sifat yang menghancurkan manusia. Kata Rasulullah: “Yang mengahncurkan manusia ada tiga, yaitu 1) ujub terhadap diri sendiri, 2) pelit yang dituruti, dan 3) hawa nafsu yang diikuti. (HR. Al-Bazzar dari Ibn Abbas)

Karena itu, jangan ujub teradap dirimu, walau engkau memiliki semua kelebihan. Tutuplah ujubmu itu dengan pandangan sebaliknya, bahwa engkau sebenarnya tidak memiliki apa-apa. Yakinkan dalam dirimu bahwa kelebihan yang kamu miliki itu adalah pinjaman dari Allah, yang suatu saat akan diambil kembali oleh Allah.

Sifat pelitmu jangan dipatuhi. Sebab, pelitmu membawamu kepada kehancuran. Katakanlah di dalam keyakinanmu bahwa apa yang kamu miliki itu adalah anugerah Allah. Begitu baiknya Allah sehingga memberimu anugerah itu. Allah tidak pernah menghitung pemberiannya kepadamu. Bersikaplah seperti Allah bersikap, memberi tanpa mengharap kembalian. Tidaklah sulit bagimu untuk berbagai sedikit dari apa yang dianugerahkan Allah. Mulailah berbagai dengan hal yang kecil, lama-lama engkau mau berbagai dengan sesuatu yang lebih besar. Saat itulah, pelitmu hilang.

Mengikuti hawa nafsumu adalah suatu keburukan yang dapat menghancurkan dirimu. Ingatlah bahwa hawa yang ada di dalam dirimu memiliki dua kekuatan yang dahsyat, yaitu kekuatan buruk dan kekuatan baik. Kekuatan buruk mendorong kamu berbuat buruk. Jika kamu mengikuti dorongan hawa nafsu yang ini maka kamu akan hancur. Kekuatan baik mendorong kamu berbuat baik. Jika kamu mengikuti dorongannya, maka kamu akan menjadi manusia yang baik. Hawa nafsumu dengan potensi baik itulah yang kamu harus ikuti.

Syekh Abdul Qadir Jailani, ketika ditanya oleh seseorang tentang cara membebaskan diri dari sifat ujub, beliau berkata: “Pandanglah kepada segala sesuatu yang kamu miliki sebagai anugerah atau pemberian Allah. Ingatlah bahwa Dia-lah yang memberikan taufik kepadamu sehingga kamu dapat melakukan kebaikan. Buanglah perasaan bahwa kamu telah berbuat sesuatu. Jika sudah demikian, niscaya kamu akan selamat dari sifat ujub itu.

Tips yang diberikan oleh beliau adalah tip untuk menghilangkan ujub dari perbuatan baik. Ujub dari sesuatu yang kita miliki, menurut saya, adalah cara memandang kelebihan yang kita miliki itu bukanlah karena usaha kita, tetapi karena kebaikan dan kemurahan Allah. Kemurahan Allah yang menyebabkan kita memiliki kelebihan. Kalau semuanya sudah disandarkan kepada Allah, maka ujub itu hilang.


Guru Basar UIN Syarif Hidayatullah Jakarta

Redaksi

Redaksi

Terkait

Leave a Reply

Your email address will not be published.

nine − 1 =