Warning: sprintf(): Too few arguments in /home/u7096914/public_html/wp-content/plugins/wp-user-avatar/includes/class-wp-user-avatar-functions.php on line 668
Cancel Preloader

Sex Education Pada Anak dalam Perspektif Islam

 Sex Education Pada Anak dalam Perspektif Islam

Sex Education Pada Anak dalam Perspektif Islam

Digiqole ad

HIDAYATUNA.COM – Pendidikan pertama yang diperoleh oleh anak-anak adalah berasal dari keluarganya sendiri, yakni kedua orang tua. Pendidikan yang diberikan bukan hanya berupa pendidikan etika, tata krama, dan kesopanan saja. Tetapi juga termasuk dengan sex education atau pendidikan seksual.

Masih adanya fenomena berupa banyaknya orang tua yang masih merasa tabu untuk memberikan pendidikan seksual pada anak, sehingga pengetahuan yang didapat anak tentang seksualitas tidaklah berjalan secara maksimal. Hal ini tidak terlepas dari pandangan bahwa memberikan pendidikan seksual sama halnya seperti pornografi.

Sedangkan di sisi lain, pendidikan seksual ini sifatnya adalah positif, yakni agar anak mampu untuk menjaga dirinya sendiri dan pastinya mengenal secara baik akan organ seksual milik dirinya sendiri.

Sebagaimana menurut Dr. Hasan El-Qudsy yang merupakan dosen di UIN Sunan Kalijaga, UMS, UMY, dan IAIN Surakarta, beliau mengatakan bahwa dalam pandangan Islam, pengertian dari pendidikan seksual tergantung dengan sudut pandang yang digunakan. Pendidikan seks dalam Islam adalah bagian integral dari pendidikan akidah, akhlak, dan ibadah.

Sehingga penting untuk mengkombinasikan antara akidah, akhlak, ibadah, dan pendidikan seksual. Jadi, yang diharapkan adalah nantinya nafsu manusia bisa dikendalikan dengan sebaik-baiknya.

Pentingnya Pendidikan Agama dalam Mendukung Sex Education

Tidak bisa dipungkiri bahwa setiap manusia pasti memiliki nafsu. Nafsu bukanlah perkara mudah untuk dikalahkan begitu saja. Nafsu yang terlalu besar mampu untuk merobohkan benteng pertahanan diri sendiri jika tidak kuat menahannya.

Hal ini pun semakin diperkuat dengan adanya hadist yang diriwayatkan oleh Ibnu An-Najjar dari Abu Dzarr ra bahwasanya:

Jihad yang paling utama adalah seseorang berjihad melawan dirinya dan hawa nafsunya”.

Dalam upaya mengelola hawa nafsu secara baik, maka peran pendidikan agama sangatlah penting. Apalagi bagi Anda yang memiliki anak, maka haruslah diberikan pendidikan seksual yang diiringi dengan pendidikan agama tersebut.

Karena dengan pendidikan agamalah, anak-anak akan tumbuh menjadi manusia yang memiliki kekokohan iman, memiliki karakter yang kuat, serta tidak mudah untuk terbawa oleh hawa nafsu yang bisa kapan saja menggoda.

Sehingga tepat sekali jika dalam memberikan pendidikan seksual juga disertai dengan pengajaran pendidikan agama. Alhasil anak-anak bisa memahami pengetahuan seksual serta memadukannya dengan ilmu-ilmu agama.

Cara Mengenalkan Sex Education Pada Anak

Dalam pengenalan pendidikan seksual pada anak bisa kita lakukan dengan berbagai cara. Diantaranya sebagai berikut.

  1. Mengenalkan Bagian-Bagian Tubuh

Penting agar orang tua mengenalkan kepada anak tentang bagian-bagian tubuhnya. Janganlah merasa malu untuk mengenalkannya, karena mereka sudah seharusnya tahu apa yang dimiliki oleh tubuh mereka.

Tidak hanya mengenalkan saja, beritahu juga kepada anak-anak mengenai bagian mana saja yang tidak boleh disentuh orang lain, baik di bagian atas maupun bawah. Dengan begitu, sejak dini anak sudah bisa menjaga tubuhnya agar tidak disentuh sembarangan orang.

  1. Tanamkan Rasa Malu

Tidak jarang orang-orang berpikiran karena anak masih kecil, maka bisa berganti pakaian di mana saja meski di sekitarnya banyak orang. Hal inilah yang harus segera diperbaiki agar anak diajarkan rasa malu.

Di mana jangan membiasakan anak untuk berganti pakaian di hadapan orang lain atau setelah mandi langsung keluar dengan bertelanjang. Ajarkan kepada anak agar menutup auratnya dan gantilah pakaian di ruangan yang tertutup.

  1. Menjaga Kebersihan Alat Kelamin

Sejak kecil anak-anak haruslah diajarkan untuk selalu menjaga kebersihan alat kelaminnya. Misalnya saat buang air besar atau kecil harus di kamar mandi. Kemudian setelah selesai, bersihkanlah dengan air bersih. Hal ini adalah bentuk pengajaran agar anak menyadari betapa pentingnya merawat diri dan menjaga kebersihan demi kesehatannya

Widya Resti Oktaviana

Terkait

Leave a Reply

Your email address will not be published.

13 − seven =