Setelah 30 Tahun, Sudan Akhirnya Hapus Syariat Islam

 Setelah 30 Tahun, Sudan Akhirnya Hapus Syariat Islam

Setelah 30 Tahun, Sudan Akhirnya Hapus Syariat Islam

HIDAYATUNA.COM – Setelah lebih dari 30 tahun di bawah pemerintahan Islam, Sudan akhirnya menghapus Hukum Syariat Islam disana.

Reformasi tersebut di antaranya merupakan reformasi hukum yang ditujukan untuk menghapus diskriminasi bagi umat Non-Muslim, termasuk mengizinkan mereka untuk minum alkohol, dan membatalkan hukum kemurtadan dan cambuk publik serta larangan khitan wanita..

“Kami [akan] membatalkan semua hukum yang melanggar hak asasi manusia di Sudan,” kata Menteri Kehakiman Nasredeen Abdulbari, dalam keterangannya Sabtu (11/7/20) lalu, dilansir dari BBC, Senin (13/7/20) .

Di bawah undang-undang baru yang disahkan pekan lalu tersebut, perempuan Sudan kini tidak lagi memerlukan izin dari kerabat laki-laki untuk bepergian dengan anak-anak mereka.

Reformasi terjadi setelah penguasa lama Omar al-Bashir digulingkan tahun lalu menyusul protes massa besar-besaran terkait pemerintahannya.

Negara tersebut kini dipimpin oleh pemerintahan yang merupakan campuran dari kelompok-kelompok yang menggulingkan Bashir bersama mantan sekutunya di militernya yang juga melakukan kudeta terhadapnya.

Menurut Abdulbari, dilansir Tribune Sudan, mengatakan bahwa Undang-Undang baru tersebut juga mengatur terkait larangan minuman ber alkohol.

Berdasarkan aturan tersebut kini Non-Muslim di negara itu kini diizinkan untuk mengkonsumsi alkohol secara pribadi. Namun beberapa larangan terkait minum minuman beralkohol tetap berlaku. Misalnya, Non-Muslim akan tetap dijatuhi hukuman jika mereka ketahuan minum dengan umat Muslim.

Dia menjelaskan bahwa pemerintah berusaha untuk melindungi hak-hak non-Muslim yang populasinya 3% di negara itu.

Mereka sekarang diizinkan untuk minum, mengimpor, dan menjual alkohol.

“Kami ingin menghancurkan segala bentuk diskriminasi yang diberlakukan oleh rezim lama dan untuk bergerak menuju kesetaraan kewarganegaraan dan transformasi demokratis,” katanya.

Sebelumnya minuman beralkohol telah dilarang di Sudan sejak mantan Presiden Jaafar Nimeiri memperkenalkan hukum Islam pada tahun 1983, melemparkan botol wiski ke sungai Nil di ibukota Khartoum.

Redaksi

Terkait

Leave a Reply

Your email address will not be published.

19 + 6 =