Sering Dituduh Sarang Teroris, Ini Fakta ‘Islamberg’, Desa Islam di New York

 Sering Dituduh Sarang Teroris, Ini Fakta ‘Islamberg’, Desa Islam di New York

Sering Dituduh Sarang Teroris, Ini Fakta ‘Islamberg’ Desa Islam di New York

Digiqole ad

HIDAYATUNA.COM – Islamberg merupakan sebuah kawasan kecil, sebuah desa yang juga tempat tinggal bagi komunitas Muslim yang terletak di wilayah kota Tompkins, New York, sekitar 190 km dari New York.

Kerena menampung masyarakat migran Muslim, Islamberg sering dianggap sebagai sarang terorisme oleh kelompok kanan AS, tudingan miring juga sering dialamatkan pada masyarakat Islamberg.

Dilansir dari New York Up berikut, beberapa fakta menarik tentang Islamberg, sebuah desa Islam kecil di New York.

Hanya dihuni 40-an keluarga

Islamberg terletak agak terpencil di tepi gunung Catskill. Sebuah jalan sempit dan berbatu menjadi satu-satunya akses desa ini ke tempat lain. Sebuah supermarket kecil memasok bahan pangan dan kebutuhan pokok untuk penduduk lokal. Hingga baru-baru ini semua warga terbiasa membiarkan pintu rumah terbuka saat berpergian.

Beberapa tudingan miring tentang Islamberg sangat kontras dengan suasanya yang bisa didapati di wilayah ini. Desa yang hanya berpenduduk sekitar 40 keluarga ini terkesan nyaman dan asri.

Penduduk Islamberg adalah pengikut Syeikh Mubarik Gilani

Syeikh Mubarik Gilani merupakan tokoh Sufi asal Pakistan yang membangun pemukiman muslim di New York. Penduduk Islamberg kebanyakan adalah generasi kedua atau ketiga pendatang Afro-Amerika.

Penduduk wilayah ini memang cenderung terkesan tertutup, kendati demikian banyak di antara mereka yang bekerja di luar kota.

Sasaran Ujaran Kebencian

Tudingan miring terhadap masyarakat Islamberg yang tidak ada habisnya membuat masyarakat wilayah tersebut frustasi.

“Mereka tidak mengganggu siapapun,” kata Sally Zegers, Editor harian lokal Hancock Herald dalam wawancaranya bersama Associated Press.

Kepolisian setempat juga menepis tudingan tersebut. “Penduduk di sini adalah warga negara AS. Mereka telah hidup di sini sejak lebih dari 30 tahun. Mereka membangun komunitas dan menjalin kontak dengan dunia luar. Di sini tidak pernah ada masalah,” kata James Barnes dari Biro Investigasi Kriminal Kepolisian New York.

Pihak pemerintah setempat mengatakan ujaran kebencian terhadap sebuah desa di wilayahnya adalah sebuah ancaman berat.

Sayangnya serangan terhadap Islamberg tidak sebatas ujaran kebencian saja, suatu ketika seorang warga Tenessee juga pernah mempropokasi untuk membakar sebuah masjid di Islamberg.

Tudingan miring lainnya dikarenakan organisasi Muslims of America (MoA) yang bermarkas di sana yang kerap disebut kelompok kriminal karena merupakan pecahan dari kelompok “Jemaat al Fuqra” yang disebut-sebut aktif melakukan pelatihan teroris.

“Kalau kami melatih teroris sejak 30 tahun, kenapa sampai sekarang belum ada serangan?”kata Ketua MoA Hussein Adams menjawab stigma yang dilayangkan kepada mereka.

Redaksi

Terkait

Leave a Reply

Your email address will not be published.

2 × 1 =