Serangan Menjelang Natal di India Incar Kristen Sebelum Islam

 Serangan Menjelang Natal di India Incar Kristen Sebelum Islam

Perusahaan Travel yang Telantarkan Jemaah Terancam Dibekukan (Ilustrasi/Hidayatuna)

HIDAYATUNA.COM, Teheran – Serangan sekolah-sekolah dan gereja-gereja Kristen India menjelang Natal telah menimbulkan kekhawatiran akan keamanan umat Kristen di negara itu. Dalam beberapa hari terakhir, ada beberapa serangan terhadap pusat-pusat Kristen di India oleh nasionalis ekstremis, yang terbaru terjadi pada Kamis, 9 Desember.

Dilansir dari IQNA, mengutip Euronews.com, anggota organisasi sayap kanan mencoba memasuki sebuah gereja di daerah Rohtak, Negara Bagian Haryana. Lantaran adanya debat agama di gereja tersebut, akan tetapi dengan sigap polisi segera menghentikan peristiwa tersebut.

Beberapa hari sebelumnya, sebuah sekolah Katolik di Madhya Pradesh tengah diserang oleh lebih dari 500 ekstremis Hindu. Meskipun pejabat sekolah meminta bantuan polisi, massa yang marah bersenjatakan batang logam dan batu berhasil menghancurkan sekolah.

Serangan tampaknya lebih sering terjadi, terutama di negara bagian di mana BJP (BJP) yang berkuasa berada di atas angin. Pemerintah sayap kanan India, yang dipimpin oleh Perdana Menteri Narendra Modi, memiliki rekam jejak yang buruk dalam mendukung budaya Hindu. Selain itu mereka juga berusaha meminggirkan minoritas.

Dua kelompok hak-hak agama dan sipil di India melaporkan bahwa lebih dari 305 serangan dilakukan terhadap orang-orang Kristen India. Dalam kurun waktu sembilan bulan pertama tahun ini saja.

Negara bagian Uttar Pradesh, dengan rekor 66 kasus serangan etnis-agama terhadap minoritas Kristen India. Pun, negara bagian Chhattisgarh dan Karnataka, masing-masing berada di tempat kedua dan ketiga.

Meningkatnya serangan terhadap komunitas Kristen India menjadi lebih mengkhawatirkan bagi minoritas Katolik di negara itu. Ketika proses tersebut diperiksa dalam konteks kebijakan partai yang berkuasa.

Dalam beberapa tahun terakhir, Narendra Modi dan rekan-rekannya telah melakukan upaya ekstensif untuk memperkuat hegemoni budaya Hindu, terutama terhadap umat Islam. Pejabat Gereja Katolik India khawatir bahwa korban berikutnya dari “Hinduisasi”, setelah Muslim, adalah orang Kristen.

Ada sekitar 28 juta orang Kristen di India, dan Kristen adalah agama terbesar ketiga setelah Hindu dan Islam.

 

 

Sumber : IQNA

 

Redaksi

Terkait

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *