Seni dan Budaya

Nasihat Ramadhan (Buat Mustofa Bisri)

Oleh: KH A Mustofa Bisri Mustofa, Jujurlah pada dirimu sendiri mengapa kau selalu mengatakan Ramadlan bulan ampunan apakah hanya menirukan Nabi atau dosa-dosamu dan harapanmu yang berlebihanlah yang menggerakkan lidahmu begitu. Mustofa, Ramadlah adalah bulan antara dirimu dan Tuhanmu. Darimu hanya untukNya dan Ia sendiri tak ada yang tahu apa yang akan dianugerahkanNya kepadamu. Semua …

Larangan Merokok di Pesantren

HIDAYATUNA.COM – Disalah satu pesantren di Gorontalo, santri-santri dilarang keras merokok.  Sang Kiai pengasuh pondok pesantren itu tidak segan-segan memberikan takzir (hukuman) berat pada santri yang ketahuan melanggar aturan merokok di pesantren itu. Namun tentu saja ada santri nakal yang nekat melakukan pelanggaran. Bahkan, sering beberapa santri yang tidak tahan ingin merokok mencari-cari kesempatan di …

Menyambut Ramadhan, Mengenal Tradisi Cucurak Di Bogor

HIDAYATUNA.COM – Banyak cara dalam menyambut bulan suci Ramadhan. Salah satunya dengan menggelar tradisi cucurak, seperti yang dilakukan masyarakat Kabupaten Bogor, Jawa Barat. Cucurak adalah suatu kebiasaan masyarakat di Kota Hujan, Jawa Barat. Dimana setiap menjelang Ramadhan, atau seminggu sebelum puasa dimulai akan diadakan acara kumpul – kumpul. Baik itu berkumpul dengan keluarga besar, berkumpul …

Puisi Jusuf Kalla Di Tengah Wabah Corona

Corona Virus Oleh: M Jusuf Kalla Semua bermula dari Wuhan Menyebar ke mana-mana tanpa pemberitahuan Melampaui batas negara dan jabatan Memapar segala bangsa tanpa ampun Di Korea menyebar dari tempat peribadatan Melanda Qom, tempat suci Syiah di Iran Di Italia merebak di Kota Mode Milan Di negeri ini diawali di tempat hiburan Hari-hari ini penuh …

Kopi Demokratis

HIDAYATUNA.COM – Si Ahmed rupanya mangkel. Obrolan di pesawat dengan Kyai Adung membuatnya penasaran. Dia ingin serius ngobrol dengan kyai kolot itu. “Ya, udah. Datang aja ke rumah.” “Oke. Nanti saya datang. Tapi saya ingin obrolan yang serius. Bukan akal-akalan.” “Ane tunggu,” kata Kyai Adung. Di Bandara Adi Sucipto mereka berpisah. Kyai Adung dengan urusannya. …

Membela Allah

HIDAYATUNA.COM – Bagi orang Islam, lafadz jalalah itu lebih dihormati dari pada selainnya. Dan, itu wajar-wajar saja. Lalu ketika lafadz jalalah itu sengaja diinjak-injak, wajar pula orang Islam tidak terima perlakuan itu. Sama tidak terimanya orang Indonesia jika lambang negara burung garuda diinjak-injak secara sengaja oleh orang asing. Sebab tindakan itu dianggap sebagai pelecahan dan …

Ibu Mana yang Tak Surga

Oleh: Abdullah Hadani*             :Kepada Ibu dan engkau yang akan menjadi Ibu Kepadamu Ibu Aku ingin bercerita perihal sejuk dan rimbun kasih sayangmu Melalui tawa riang dan rengek manja anak-anak kecil Semua orang sudah wajib tahu Bu Bahwa kasihmu tak habis dilahap rentang waktu dan getir usia Kepadamu Ibu Engkau pasti tak lupa, bagaimana masa …

Tradisi Tabuik Mengenang Cucunya Rasulullah Saw

HIDAYATUNA.COM – Tabuik atau dikenal juga dengan tabok merupakan salah satu tradisi masyarakat di Bengkulu untuk mengenang kisah kepahlawanan dan kematian (Hasan dan Husain bin Ali bin Abi Thalib) cucu Nabi Muhammad Saw. Hasan dan Husain ini gugur dalam peperangan di Karbala, Irak pada tanggal 10 Muharam 61 Hijriah (681 M). Masyarakat setempat melakukan tradisi …

Kalau Kau Sibuk Kapan Kau Sempat

Oleh: KH A Mustofa Bisri Kalau kau sibuk berteori saja Kapan kau sempat menikmati mempraktekkan teori? Kalau kau sibuk menikmati praktek teori saja Kapan kau memanfaatkannya? Kalau kau sibuk mencari penghidupan saja Kapan kau sempat menikmati hidup? Kalau kau sibuk menikmati hidup saja Kapan kau hidup? Kalau kau sibuk dengan kursimu saja Kapan kau sempat …

Ibuku Mendaki Badai

Karya: Ebidah El Kholieqy Ibuku melahirkan seribu raja seribu maut memanah jantungnya tak habis-habis semerbak mawar di bibirnya ditaburi seladang damba terbangun di tengah doa raja-raja bertahta dalam kuasa memetik kuntum demi kuntum nirwana merajalela dalam lapar dahaga merampoki piala wajah-wajah renta Ibuku mendaki badai membeli kelahiranku dengan maut dan laki-laki menjual kehidupannya demi sepotong …

Back to top button
Close
Close