HUMOR

Tetap Saja Seperti Biasanya

Cerita ini adalah cerita nyata yang diceritakan oleh Naib Amirul Haj 1431 H KH Hasyim Muzadi. Menurut Kiai Hasyim -sapaan akrab KH Hasyim Muzadi, percakapan berikut ini adalah kisah nyata antara dirinya dengan salah seorang...

Kabayan dan Abu Nawas Membahas Matematika

Di suatu tempat Kabayan bertemu Abu Nawas untuk membahas masalah matematika.  Kabayan : "Abah Abu, sebenarnya saya ini bukan ahli matematika nih. Cuma, saya diundang berseminar matematika di sini. Menurut Abah...

Kelaparan dan Kekenyangan

Adzan berkumandang di kompleks Pesantren. Waktunya untuk sholat dzuhur. Namun, dua sahabat Mahmud dan Joko, bukanya pergi mengambil wudhu, melainkan pergi ke kantin pondok. “Lho kang, ayo ke masjid!” “Bentar...

Tertipu Sendal Ajaib

Kampung tempat tinggal Abu Nawas lama kelamaan membuatnya merasa tak nyaman karena saking banyaknya umat Islam yang menumpuk-numpuk harta dengan menghalalkan segala cara. Otomatis hal ini membuat Abu Nawas gusar, karena sebagai...

Menabur Ikan di Laut

Seorang nelayan yang sebetulnya sudah mapan, datang ke Kiai Abdullah Salam di kediamannya, Pondok Pesantren Mathaliul Huda Kajen Pati.  Maksud kedatanganya adalah untuk mengeluhkan perihal rezekinya yang akhir-akhir ini tersendat-sendat. Ia ingin ijazah doa.

Terbang Bebas

Warga Baghdad dihebohkan dengan kabar terbaru Abu Nawas. Baru beberapa hari yang lalu Abu Nawas ditangkap pasukan kerajaan. Ia di hukum penjara atas perintah Baginda. Sekarang, sudah muncul lagi berita yang lebih...

IKUTI HIDAYATUNA

9,845FansSuka
984PelangganBerlangganan

INSTAGRAM

Sastra

Dialog Bukit Kemboja

Inilah ziarah di tengah nisan-nisan tengadah di bukit serba kemboja. Matahari dan langit lelah Seorang nenek, pandangannya tua memuat jarum cemburu...

Puisi

Dialog Bukit Kemboja

Inilah ziarah di tengah nisan-nisan tengadah di bukit serba kemboja. Matahari dan langit lelah Seorang nenek, pandangannya tua memuat jarum cemburu menanyakan, mengapa aku berdoa di kubur itu “Aku anak...

KITA ADALAH PEMILIK SAH REPUBLIK INI

Tidak ada pilihan lainKita harusBerjalan terusKarena berhenti atau mundurBerarti hancurApakah akan kita jual keyakinan kitaDalam pengabdian tanpa hargaAkan maukah kita duduk satu mejaDengan para pembunuh tahun yang laluDalam setiap kalimat yang berakhiran“Duli...

Untuk Diri Sendiri

Aku mengubah sajak Untuk melipur diri sendiri Tanpa kata cinta dan rindu Di dalamnya. Sudah lama

Kata Mutiara

%d blogger menyukai ini: