Selain Kitab, Pesantren Ini Mempelajari Alat Musik Kolintang Lho!

 Selain Kitab, Pesantren Ini Mempelajari Alat Musik Kolintang Lho!

Musik (Ilustrasi/Hidayatuna)

HIDAYATUNA.COM – Umumnya Pesantren akan lebih banyak mengkaji tentang kitab-kitab. Pada sebagian pesantren ada yang giat menjaga dan melesatrikan budaya dengan tidak melepaskan keutamaannya.

Mengkaji kitab dan menjaga budaya Nusantara merupakan cara para Wali terdahulu untuk mensyiarkan Islam di bumi Nusantara tanpa meninggalkan jati diri bangsa. Upaya inilah yang berusaha diwujudkan dalam otoritas keagamaan masa kini.

Tidak banyak pesantren yang memiliki fokus pada kajian kitab dan budaya. Aplagi pesantren yang memiliki alat musik Kolintang.

Selain tidak populer di kalangan pesantren, biasanya alat musik yang lebih akrab, ya terbangan, rebana, angklung atau yang lebih modern.

Kolintang sendiri merupakan alat musik asal Minahasa yang justru dikenal kerap mengiringi paduan suara di Gereja. Tapi, sebagaimana alat musik lainnya, ia netral saja, alat musik jelas tidak punya agama, karenanya juga tidak punya hukum. Ia baru mendapatkan legitimasinya hukum bila disematkan pada suatu niat dan perbuatan tertentu.

Di Pesantren Motivasi Indonesia, alat musik Kolintang dipelajari sebagai ikhtiar turut serta melestarikan legacy budaya bangsa. Alat musik legendaris ini, hingga saat ini, belum diakui oleh UNESCO.

Untuk mendapatkan pengakuan ini perlu tahapan yang tidak mudah. Tapi ya harus diperjuangkan. Salah satunya dengan sosialisasi dan edukasi alat musik kolintang kepada sebanyak-banyaknya warga Bangsa.

Dukungan banyak pihak sangat dibutuhkan, jangan sampai budaya bangsa sendiri malah diklaim oleh negara lain, seperti yang pernah terjadi pada Angklung, Reog, Kuda Lumping bahkan Batik. (Enha/red)

 

 

Sumber : https://www.facebook.com/100002394898978/videos/277382697159231/

Redaksi

Terkait

Leave a Reply

Your email address will not be published.

twelve + ten =