Sejarah Lahirnya Hadis

 Sejarah Lahirnya Hadis

Salafi Bukan Arab Saudi (Ilustrasi/Hidayatuna)

HIDAYATUNA.COM – Perbincangan tentang hadis sangat kompleks karena menjawab hampir semua persoalan hidup manusia hingga akhirat. Sejarah kelahiran hadis pun semakin menarik dibahas karena Anda akan menjumpai masa-masa yang mungkin sama sekali tak tersentuh kehidupan masa kini.

Hadis merupakan sumber ajaran Islam kedua setelah Alquran. Istilah hadis terkait dengan segala sesuatu yang disandarkan kepada Nabi Muhammad Saw, berupa sabda, perbuatan, persetujuan, dan sifatnya (fisik ataupun psikis). Semua itu baik yang terjadi sebelum maupun setelah masa kenabian.

Hadis terkadang dipertukarkan dengan istilah sunah. Sebagian ulama hadis menganggap kedua istilah tersebut adalah persamaan atau sinonim (mutaradif). Sementara sebagian yang lainnya ada yang membedakan antara keduanya.

Sejarah dan perkembangan hadis dapat dilihat dari dua aspek penting, yaitu periwayatan dan pendewanannya. Dari keduanya dapat diketahui proses dan transformasi yang berkaitan dengan perkataan, perbuatan, hal ihwal, sifat dan taqrir dari Nabi Saw kepada para sahabat dan seterusnya hingga munculnya kitab-kitab himpunan hadis untuk dijadikan pedoman dalam kehidupan ini.

Terkait dengan masa pertumbuhan dan perkembangan hadis, para ulama berbeda dalam menyusunnya. M.M Azamiy dan Ajjaj al-khatib membaginya dalam dua periode, dan Muhammad Abd al-Ra’uf membaginya ke dalam lima periode. Sedangkan Hasbi Ash-Shiddieqy membaginya dalam tujuh periode.

Kelahiran hadis sebagaimana dimaksud terkait langsung dengan pribadi Nabi Muhammad Saw, sebagai sumber hadis. Di mana beliau telah membina umatnya selama kurang lebih 23 tahun, dan masa tersebut merupakan kurun waktu turunnya wahyu (Alquran), berbarengan dengan itu keluar pula hadis.

Hadis sebagai Interaksi Rasullullah dan Solusi Persoalan Umat

Lahirnya hadis pada masa Nabi adalah adanya interaksi Rasullah sebagai mubayyin (pemberi penjelasan) terhadap ayat- ayat Alquran kepada sahabat atau umat lainnya. Dalam rangka penyampaian risalah.

Hadis juga lahir seiring dengan adanya berbagai persoalan hidup yang dihadapi oleh umat. Hadis sebagai solusi atau jalan pemecahannya dari Nabi Saw. Lalu para sahabat memahami dan menghafal apa yang telah diterimanya dari Nabi SAW.

Sepeninggal Nabi Muhammad Saw, kalangan sahabat sangat berhati-hati dalam menerima dan meriwayatkan hadis. Hal ini dimaksudkan sebagai upaya menjaga kemurnian Alquran agar tidak tercampur dengan hadis. Selain itu juga untuk menjaga keorisinalitas hadis tersebut.

Keadaan di era tabi’in sedikit berbeda dengan apa yang terjadi di era sahabat. Sebab, Alquran ketika itu telah disebarluaskan ke seluruh negeri Islam. Begitu, tabi’in bisa mulai menfokuskan diri dalam mempelajari hadis dari para sahabat yang mulai bersebaran ke suluruh penjuru dunia Islam.

Dengan demikian, pada masa Tabi’in sudah mulai berkembang penghimpunan hadis (al-jam’u wa al-tadwin), meskipun masih ada percampuran antara hadis Nabi dengan fatwa sahabat. Barulah di era tabi’ al-tabi’in hadis telah dibukukan, bahkan era ini menjadi masa kejayaan kodifikasi hadis.

 

Sumber :

Diroyah: Jurnal Ilmu Hadis 4, 2 (Maret 2020): Hadis dan Sejarah Perkembangannya ditulis Leni Andariati

Redaksi

Terkait

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *