Sejarah Kelam Pendudukan Armenia Atas Azerbaijan

 Sejarah Kelam Pendudukan Armenia Atas Azerbaijan

Armenia

Digiqole ad

HIDAYATUNA.COM, Jakarta – Sejarah mencatat setiap peristiwa pendudukan selalu menyisakan kekelaman yang sulit untuk dilupkan. Salah satu sejarah kelam atas kasus pendudukan dialami Azerbaijan saat tentara Armenia meluluh lantahkan kawasan tersebut.

Baru baru ini Presiden Azerbaijan, Ilham Aliyev kembali mengkisahkan bagaimana perlakuan Armenia terhadap umat Islam di Azerbaijan sejak tahun 1991. Perlakuan buruk itu masih membekas.

Menurut Aliyev, tindakan Armenia ini tidak hanya menyakiti warga Azerbaijan, melainkan juga menghina umat Islam di seluruh dunia.

Hal itu disampaikan Aliyev saat menerima Duta Besar baru Afghanistan untuk Azerbaijan. Pada kesempatan itu ia menceritakan bagaimana kekejaman militer Armenia.

Aliyev mengisahkan bagaimana semua kota dan desa di Azerbaijan hancur total. Semua monumen sejarah milik negara tersebut dihancurkan. Tidak hanya itu, monumen budaya di Azerbaijan juga tak luput dari penghancuran oleh tentara Armenia.

“Masjid kami telah dihancurkan. Mereka menggunakannya (masjid) sebagai tempat untuk memelihara babi,” kata Aliyev dikutip dari Republika, Jumat (18/12/2020).

Atas tindakan keji Armenia ini lanjut Aliyev, tidak hanya menghina perasaan orang Azerbaijan, melainkan juga melukai semua umat Muslim di dunia.

Penghinaan Armenia terhadap umat Islam pada masa lalu itu terekam jelas dalam foto-foto dan video-video dari hasil dokumentasi sejarah masa lampau.

“Dari situ kita bisa melihat betapa jahatnya Armenia selama bertahun-tahun,” jelasnya.

Sebagai informasi, hubungan antara bekas republik Soviet Azerbaijan dan Armenia tegang sejak 1991, ketika militer Armenia menduduki Nagorno-Karabakh, yang merupakan wilayah Azerbaijan.

Akibat pendudukan agresi militer Armenia di Azerbaijan, membuat situs-situs sejarah Islam di Azerbaijan musnah. Hanya menyisakan masjid dua menara yang dibangun pada abad ke-19.

“Itu merupakan satu-satunya bangunan yang struktur utamanya masih utuh. Namun kondisinya sangat memprihatinkan dan terabaikan,” jelasnya.

Romandhon MK

Peminat Sejarah Pengelola @podcasttanyasejarah

Terkait

Leave a Reply

Your email address will not be published.

twenty − eighteen =