Sejarah Imam Syafi’i, Imam Mazhab yang Banyak Diikuti di Indonesia

 Sejarah Imam Syafi’i, Imam Mazhab yang Banyak Diikuti di Indonesia

Imam Syafii (Ilustrasi/Hidayatuna)

HIDAYATUNA.COM – Umat Islam di Indonesia banyak mengikuti mazhab Imam Syafi’i. Tata cara beragama dan beribadahnya dianggap paling sesuai dengan tradisi bangsa Indonesia. Seperti apa sejarah hidup Imam Syafi’i ?

Imam Syafi’I punya nama asli, Abu Abdullah Muhammad bin Idris asy-Syafi’i al-Muththalibi al-Qurasyi. Dia lahir di Ashkelon, Gaza, Palestina pada tahun 150 H/767 M. kemudian meninggal di  Fusthat, Mesir, 204 H/819 M. Dia adalah seorang mufti besar Sunni Islam dan juga pendiri mazhab Syafi’i.

Imam Syafi’i juga tergolong kerabat dari Rasulullah. Ia termasuk dalam Bani Muththalib, yaitu keturunan dari al-Muththalib, saudara dari Hasyim, yang merupakan kakek Muhammad.

Saat usia 13 tahun, Imam Syafi’i dikirim ibunya pergi ke Madinah untuk berguru kepada ulama besar saat itu, yaitu Imam Malik. Dua tahun kemudian, ia juga pergi ke Irak, untuk berguru pada murid-murid Imam Hanafi di sana.

Di usia yang relatif muda, melansir dari nu.or.id. ia sudah menggebrak panggung sejarah pemikiran ushul fiqh dengan mahakarya kitab ar-Risalah.

Menurut Dr. Mahmud Abdurrahman dalam kitab Tarikh Ushul al-Fiqh, Imam Syafi’i menulis pertama kali kitab ar-Risalah di kota Makkah atas permintaan Abdurrahman bin Mahdi.

Saking kagumnya atas karya tersebut, Abdurrahman bin Mahdi berkata, “Aku tak akan pernah shalat kecuali di dalamnya aku akan selalu mendoakan asy-Syafi’i. Sungguh ia adalah pemuda yang sangat jenius”.

Imam Syafi`i mempunyai dua dasar berbeda untuk Mazhab Syafi’i. Yang pertama namanya Qaulun Qadim dan Qaulun Jadid.

Redaksi

Terkait

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *