Sedikit Manusia yang Melewati Usia Lebih dari 100 Tahun

 Sedikit Manusia yang Melewati Usia Lebih dari 100 Tahun

Nenek Hasanah hibahkan usianya untuk mengajar di madrasah (Ilustrasi/Hidayatuna)

HIDAYATUNA.COM – Dianugerahi usia yang panjang disertai kesehatan dan kenikmatan iman adalah karunia yang luar biasa. Nyai Mamnunah, istri Kiai Yahya Syabrawi, Pendiri Pondok Pesantren Raudlatul Ulum Ganjaran 1 Ganjaran Gondanglegi, Malang adalah nenek kami. Beliau salah satu umat Rasul paling beruntung karena dianugerahi umur hingga 100 tahun.

Sepeninggal kakek (1987-1988), Abah saya menempati kamar kakek yang biasa dijadikan tempat salat Rawatib dan persiapan ngaji. Saya sering diajak oleh Abah di kamar itu. Di masa-masa itu saya banyak bertanya kepada Abah. Saya pernah menanyakan tahun kelahiran Kiai Yahya, Abah menjawab 1910.

Kemudian saya bertanya usia pernikahan Kiai Yahya, kata Abah 30 tahun. Saya juga bertanya berapa umur Mbah Nyai Mamnunah saat menikah?

Abah menjawab terpaut separuh. Berarti umur 15 tahun, atau kelahiran sekitar 1925. Sebab Abah saya lahir sekitar 1939 (KTP), ada juga di dokumen lain 1940.

Lalu, untuk mencapai umur 100 tahun, apakah harus menunggu 2025? Kalau usia kalender Masehi betul. Tapi kalau usia kalender Hijriyah diperkirakan sudah mendekati atau bahkan masuk umur 100 tahun.

Di kitab-kitab klasik ada istilah Muammar, atau orang terpilih untuk dipanjangkan umurnya. Apakah harus 100 tahun? Menurut ulama kita yang digelari Musnid Ad-Dunya, Maulana Syekh Yasin Al-Fadani kriteria Muammar adalah orang yang melewati usia 70 tahun, beliau kemudian mengutip hadis:

ﻋﻦ ﺃﺑﻲ ﻫﺮﻳﺮﺓ، ﻗﺎﻝ: ﻗﺎﻝ ﺭﺳﻮﻝ اﻟﻠﻪ ﺻﻠﻰ اﻟﻠﻪ ﻋﻠﻴﻪ ﻭﺳﻠﻢ: «ﺃﻋﻤﺎﺭ ﺃﻣﺘﻲ ﻣﺎ ﺑﻴﻦ اﻟﺴﺘﻴﻦ ﺇﻟﻰ اﻟﺴﺒﻌﻴﻦ، ﻭﺃﻗﻠﻬﻢ ﻣﻦ ﻳﺠﻮﺯ ﺫﻟﻚ»

Dari Abu Hurairah bahwa Rasulullah shalallahu alaihi wa sallam bersabda: “Usia umatku antara 60 sampai 70 tahun. Sedikit dari mereka yang melewati usia itu.” (HR Tirmidzi)

Begitulah rahasia Allah SWT. kepada hamba-Nya, Dia memberikan anugerah dipanjangkan umurnya hingga melampaui sebagian besar manusia pada umumnya. Wallahu’alam bi Showab.

Ma'ruf Khozin

Terkait

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *