Sebut Budaya Jawa Identik Syirik, Pemuka Agama Malaysia Minta Maaf

 Sebut Budaya Jawa Identik Syirik, Pemuka Agama Malaysia Minta Maaf

Sebut Budaya Jawa Identik Syirik, Pemuka Agama Malaysia Minta Maaf

Digiqole ad


HIDAYATUNA.COM, Jakarta – Salah satu pemuka agama dari Malaysia Da’i Wan (Dazrin) menyampaikan permintaan maafnya kepada orang-orang Jawa. Permintaan maaf ini menyusul pernyataannya menganai pengharaman Lathi Challenge.

Dalam tweetnya di media sosial, Da’i Wan secara lantang menyampaikan pendapatnya yang mengklaim bahwa Lathi Challenge adalah haram. Tudingan haram itu dilontarkannya merujuk pada budaya Jawa yang identik dengan syirik atau takhayul.

Sontak, pernyataan tersebut menuai kontroversi, terlebih soal budaya Jawa yang disebut identik dengan syirik atau takhayul. Netizen Indonesia yang kenal sebagai netizen +62 ini pun ramai-ramai membanjiri kolom komentar Twitter milik Da’i Wan.

Atas kontroversi itu, Da’i Wan menyampaikan klarifikasinya dan meminta maaf kepada orang Jawa yang tersinggung dengan perkataannya. Ia menegaskan bahwa dirinya tidak bermaksud menuduh seluruh budaya Jawa itu sesat.

“Permohonan maaf terbuka kepada orang-orang Jawa. Saya sebenarnya bertujuan menasihati umat Islam di Malaysia untuk berhati-hati dengan ‘Sesetengah’ kepercayaan ritual daripada perbuatan Lathi Challenge & tidak pernah berhasrat menuduh budaya Jawa secara keseluruhan,” tulisnya lewat akun twitter pribadinya @wandazrin dikutip Hidayatuna.com, Selasa (23/6/2020).

“Saya minta maaf ya,” sambungnya.

Sebagai informasi, baru-baru ini Lathi Challenge viral di media sosial. Sejak potongan lagu Lathi karya Weird Genius feat Sara Fajira ini digunakan dalam aplikasi TikTok yang dikenal dengan sebutan Lathi Challenge, warganet di seluruh dunia ramai mengikutinnya, termasuk di Malaysia.

Bahkan otoritas resmi Malaysia bidang keagamaan mengeluarkan fatwa haram bagi umat Islam yang mengikuti Lathi Challenge. Pejabat Mufti Wilayah Persekutuan, Luqman Abdullah mengatakan Lathi Challenge adalah perbuatan dosa.

“Hukum orang yang mengikuti Lathi Challenger adalah ilegal dan berdosa. Alasannya karena Lathi Challenge mengandung unsur-unsur tindakan yang dikhawatirkan menjerumuskan pelakunya ke dalam syirik dan kufur,” tegasnya.

Redaksi

Terkait

Leave a Reply

Your email address will not be published.

10 − three =