Cancel Preloader

Seberapa Penting Meminta Maaf Sebelum Ramadhan agar Puasa Diterima?

 Seberapa Penting Meminta Maaf Sebelum Ramadhan agar Puasa Diterima?

Meminta Maaf sebelum Puasa (Ilustrasi/Hidayatuna)

Digiqole ad

HIDAYATUNA.COM – Meminta maaf tidak terbatas waktu, kapan pun selalu terbuka untuk meminta maaf kepada orang-orang di sekitar. Meminta maaf itu sangat penting lho, terutama sebelum puasa Ramadhan.

Sesuai dengan yang dikatakan Rasulullah Saw ketika Jibril membisikkan doa kepadanya saat khotbah dalam salat Jumat. Inilah doa yang dipanjatkan Jibril:

“Ya Allah tolong abaikan puasa umat Muhammad apabila sebelum memasuki Ramadhan dia tidak melakukan hal-hal berikut, yaitu: memohon maaf terlebih dulu pada kedua orang tuanya (jika masih hidup), bermaafan antara suami istri, dan bermaafan dengan orang-orang sekitarnya.”

Meminta maaf dan saling memaafkan dalam syariat sangat dianjurkan, itu adalah bentuk kebaikan. Tidak perlu diragukan apalagi mencari mana dalilnya, sebab bermaaf-maafan ialah ibadah.

Anjuran meminta maaf dan saling memaafkan ini dijelaskan Rasulullah dalam sebuah hadis. Dari Abu Hurairah RA, Rasulullah SAW bersabda:

“Siapa yang pernah mempunyai kezaliman terhadap seseorang, baik terhadap kehormatannya atau apa pun, maka minta halallah darinya hari ini! Sebelum tidak ada emas dan perak, yang ada adalah jika dia mempunyai amal salih, maka akan diambil darinya sesuai dengan kedzalimannya. Jika dia tidak mempunyai kebaikan, maka akan diambilkan dosa lawannya dan ditanggungkan kepadanya.” (HR. Bukhari No. 2449).

Meminta Maaf Tidak Terbatas Kapan dan Siapa

Kerap kali ketika meminta maaf, ada saja celetukan yang mengatakan cukup di saat lebaran saja meminta maaf. Padahal sangat penting sekali meminta maaf menjelang Ramadhan sebelum berpuasa sebulan penuh.

Tidak dipungkiri ini bisa menjadi wasilah dalam kelancaran puasa seorang hamba karena ada restu orangtua. ‘Maaf’nya orang yang pernah terzalimi pun bisa bernilai kebaikan di dalam aktivitas puasa Ramadhan kita.

Jangan pernah menyepelekan meminta maaf atau memaafkan. Tidak juga harus menunggu waktu tertentu atau kepada orang tertentu untuk meminta maaf.

Meminta maaf dengan, dan maafkanlah, orang-orang yang dekat dengan kita. Lalu kepada tak terbatas, misalnya di media sosial, tidak harus ditujukan tertentu pula. Sebab kita juga tidak pernah tahu kepada siapa jemari kita menancapkan kata yang menyakiti hati mereka.

Yuk, meminta maaf dan memaafkan sebelum melaksanakan ibadah puasa Ramadhan 1442 H. Semoga segala ibadah kita nanti diterima oleh Allah SWT. dan menjadi bekal di akhirat kelak. Aamiin.

Redaksi

Redaksi

Terkait

Leave a Reply

Your email address will not be published.

four × 5 =