Sayyidah Zainab binti Jahsy, Dinikahi Nabi Setelah Massa Iddah

 Sayyidah Zainab binti Jahsy, Dinikahi Nabi Setelah Massa Iddah

Sayyidah Zainab binti Jahsy, Dinikahi Nabi Setelah Massa Iddah (Ilustrasi/Hidayatuna)

HIDAYATUNA.COM, Yogyakarta – Sayyidah Zainab binti Jahsy adalah salah satu istri Kanjeng Nabi Saw yang dinikahi setelah diceraikan oleh suaminya. Suaminya merupakan anak angkat beliau Saw, Zaid bin Haritsah.

Zaid merupakan satu-satunya sahabat yang namanya disebut terang oleh Allah Ta’ala dalam Alquran, yakni surat al-Ahzab ayat 37. Kanjeng Nabi Saw dikabari akan menikahi Zainab langsung oleh Allah Ta’ala melalui wahyu yang diberikan-Nya di dalam mimpi tatkala Zainab masih berstatus istri Zaid. Sungguh dilema yang amat besar dan mendalam.

Inilah hal yang dimaksud oleh ayat 37 itu dgn “engkau sembunyikan di dalam hatimu”. Yakni telah adanya pemberitahuan dari Allah Ta’ala bahwa Kanjeng Nabi Saw akan menikahi Zainab.

Kanjeng Nabi Saw memang sempat menyimpan wahyu tersebut. Dikarenakan beliau Saw menimbang saksama risiko-risiko serangan, olok-olok, dan hinaan dari kaum munafik serta kuffar waktu itu.

Bila wahyu pernikahan itu dikabarkan terbuka sebagaimana wahyu-wahyu lainnya. Ini pula yang kemudian “ditegurkan” oleh Allah Ta’ala kepada Kanjeng Nabi Saw (engkau sembunyikan di dalam hatimu) dlm ayat 37 itu.

***

Jika anda membaca (lagi-lagi) wikipedia tentang Zainab binti Jahsy, keterangan yang akan anda dapat ialah bahwa Kanjeng Nabi Saw suatu hari mencari Zaid ke rumahnya dan yang dijumpainya adalah istrinya, Zainab. Ada yang menyebut saat itu Zainab hanya sedang mengenakan pakaian dalam sehingga Kanjeng Nabi Saw “berhasrat”.

Akan tetapi keinginan itu disembunyikannya; ada yang menuturkan bahwa tiba-tiba ada angin besar yang berkesiut. Hingga menyingkapkan aurat Zainab di hadapan Kanjeng Nabi Saw hingga beliau Saw menjadi “berhasrat”.

Lalu Zaid mengetahui adanya “minat” Kanjeng Nabi Saw kepada istrinya. Lalu dia mendatangi Kanjeng Nabi Saw dan mengatakan akan menceraikan istrinya (Zainab) agar “minat” beliau Saw terwujud.

Kanjeng Nabi Saw menjawab kepada Zaid agar ia mempertahankan pernikahannya (tidak menceraikan Zainab). Inilah yang lalu disebut sebagai “engkau sembunyikan di dalam hatimu” –sebagai hal yang dimaksud ayat 37.

Jumhur mufassir tidak mengatakan begitu. Mereka menjelaskan bahwa maksud ayat 37 dengan “engkau sembunyikan di dalam hatimu” adalah wahyu dlm mimpi yang memberitahukan kepada Kanjeng Nabi Saw bahwa nanti beliau Saw akan menikahi Zainab.

***

Zaid kerap “curhat” pada Kanjeng Nabi Saw tentang tidak harmonisnya pernikahannya dengan Zainab yang telah berlangsung sebelum hijrah. Pernikahan yang banyak didominasi “kurang lega benar” hati keluarga Zainab atas sosok Zaid.

Hal itu lantaran keluarga Jahsy adalah bangsawan Quraisy (Zainab masih saudara sepupu dgn Kanjeng Nabi Saw) dan Zaid (bagaimanapun, dalam kacamata tradisi masa itu) adalah mantan budak. Itulah sesungguhnya kondisi rumah tangga Zaid dan Zainab.

Sungguh tidaklah mungkin ketika perceraian itu pun terjadi di tahun ke-5 hijriyah akibat “minatnya” Kanjeng Nabi Saw kpd Zainab sebagaimana dinukil Wikipedia itu. Sungguh mustahil Kanjeng Nabi Saw yang agung “nafsuan” membabi buta dan tega kepda rumah tangga anak angkatnya sendiri, Zaid. Toh, faktanya, Kanjeng Nabi Saw berkali-kali melarang Zaid menceraikan Zainab, bahkan dengan redaksi keras: “Demi Allah, jangan….”.

Setelah masa ‘iddah, bukti lainnya, Kanjeng Nabi Saw mengutus Zaid untuk meminang Zainab buat beliau Saw. Sangat jelas betapa Kanjeng Nabi Saw tiada maksud “nelikung” Zaid semata demi hasrat sensualitas itu.

Justru beliau Saw¬† “ngopeni” Zaid dengan terbuka dan clear dalam urusan dilematis ini, agar menjadi ridhanya. Di mana di satu sisi telah dikabarkan Allah Ta’ala dan sisi lain terkait usaha beliau Saw dalam menjaga “perasaan” anak angkat yang sangat disayanginya sejak lama itu.

Inilah yang kemudian ditetapkan dalam al-Ahzab 37: yakni dinikahkanNya langsung Kanjeng Nabi Saw dengan Zainab binti Jahsy. Seusai dilamar Zaid untuk Kanjeng Nabi Saw, dan Zainab menyatakan setuju, Kanjeng Nabi Saw pun langsung “mendatangi” Zainab sebagai istrinya dengan tanpa wali dan saksii dan ijab apa-apa. Semua itu telah ditetapkan secara khusus oleh Allah Ta’ala…..

Edi AH Iyubenu

Terkait

Leave a Reply

Your email address will not be published.

18 + five =