Cancel Preloader

Santri ini Sukses Bisnis Sedotan Bambu

 Santri ini Sukses Bisnis Sedotan Bambu

Manfaatkan Potensi Daerah, Santri ini Sukses Bisnis Sedotan

Digiqole ad

HIDAYATUNA.COM – Sebagian masyarakat masih saja memandang sebelah mata. Terutama ketika melihat santri bergerak dalam bisnis, dianggapnya santri hanya mampu dan pantas bergerak dibidang dakwah keagamaan saja.

Anggapan itu dipatahkan Fahmi Ali Mufti (24) dengan produk sedotan bambu berkelas ekspor. Tidak hanya itu, dia bahkan juga memberdayakan santri Pesantren Al Huda Setemon, Desa Kebonsari, Kecamatan Kebonsari, Kabupaten Madiun, Jawa Timur.

Idenya muncul ketika melihat banyak pohon bambu yang tumbuh subur dilingkungannya. Hal itu ditangkapnya menjadi peluang, setelah berdiskusi dengan berbagai pihak kemudian tercetuslah membuat sedotan dari bambu yang ramah lingkungan.

Bisnis sedotan bambu lulusan Kampus UIN Sunan Kalijaga Yogyakarta Fakultas Ekonomi dan Bisnis Islam Prodi Perbankan Syariah tidak mulus-mulus saja. Mulanya sedotan yang dia produksi tidak memenuhi standar dan selera pasar, untuk mengatasinya dia banyak bertanya dan berdiskusi tercetuslah saran untuk menggunakan bambu wuluh. Benar saja bambu ini sesauai dengan minat pasar.

Fahmi kemudian rajin membangun jaringan dan tidak segan minta bantuan saudara-saudaranya. Dengan penuh ketekunan ia merintis usaha kesempatan emaspun datang dan tentu tidak disia-siakan. Pengusaha dari Surabaya tertarik dengan sedotan bambunya untuk diekspor, tetapi dia harus melihat contoh produknya dulu. Setelah dibuat 4000 batang sdotan dan kemudian di cek yang lolos hanya 5 batang sedotan bambu.

Peristiwa itu menjadi pelajaran berharga bagi dirinya dan timnya. Kesempatan maih berpihak padanya dia diminta oleh pengusaha Surabaya untuk membuat 1000 sedotan dengan kualitas bagus dalam waktu dua minggu. Dia menyanggupi bahkan belums amapai dua minggu sudah diselesaikan. Mualailah sedotan bambunya diekspor ke Korea.

Pemuda kelahiran Madiun ini tak sembarang memilih nama merek pada sedotan bambunya. Ia memberi nama Sapu Jagat pada merek sedotan bambunya karena teringat doa sapu jagad yang sering diajarkan oleh orangtuanya.

Tidak hanya mengandalkan ekspor, Fahmi bersama timnya akan menawarkan produk sedotan bambunya ke lembaga pemerintah, hotel dan restoran. Langkah itu dilakukan juga bagian bentuk kampanye mengurangi plastik.

Redaksi

Redaksi

Terkait

Leave a Reply

Your email address will not be published.

seven + 18 =