Santri Asal Lamongan Sabet Juara Pencak Silat Internasional

 Santri Asal Lamongan Sabet Juara Pencak Silat Internasional

Mama Ciwedus, Common Link Keulamaan dan Pesantren di Jawa Barat (Ilustrasi/Hidayatuna)

HIDAYATUNA.COM, Lamongan — Para santri Ma’had Bahrul Fawa’id Lamongan, Jawa Timur sukses menyabet kejuaraan pencak silat internasional pada Kamis (25/11/2021). Masing-masing santri berhasil menyabet juara II dan III pencak silat kategori seni tunggal.

Para santri tersebut yaitu Wafiatul Muflihah siswa kelas XII jurusan keagamaan, Alviyani Rihlah dan Hafis Fauzan Rizal Kelas XII jurusan bahasa. Wefi, panggilan Wafiatul Muflihah mengaku senang meski tidak pernah menyangka bakal bisa menjadi juara.

Menurutnya perlombaan ini cukup banyak diikuti peserta yang hebat. Gadis kelahiran 4 Januari 2004 itu mengaku menyiapkan diri dengan latihan fisik dan mental sebelum mengikuti kejuaraan tersebut.

“Latihan fisik sama mental terus selama beberapa Minggu,” ucapnya usai mengikuti kejuaraan internasional bertajuk festival Hari Santri Nasional (HSN) Cup 2 dikutip Ahad (28/11/2021).

Wefi mengatakan bahwa yang terpenting adalah konsisten dalam latihan. Ia adalah salah satu santri yang sudah mengikuti ekstrakurikuler di pesantren salam 3 tahun.

“Saya masih ingin mengikuti pertandingan silat yang lain,” tuturnya.

Meskipun ajang ini dilaksanakan secara virtual, ia tetap bangga dengan apa yang diraihnya. Ajang ini digelar selama dua hari, pada Ahad- Senin (20-21/11) oleh Pimpinan Cabang (PC) Pencak Silat Nahdlatul Ulama (PSNU) Pagar Nusa Kediri.

Sementara guru pelatih dari Wefi, Luqman Hakim mengaku sudah melihat bakat fisik yang dimiliki anak didiknya. Sehingga dirinya pun mengarahkan untuk mengikuti latihan pencak silat di sekolah.

Setelah meraih juara Internasional tersebut, Luqman Hakim menargetkan agar Wefi dan teman-temannya bisa ikut kejuaraan lain.

“Semangat meningkatkan prestasi, dan dapat menjadikan contoh pada teman – temannya agar dapat mengharumkan nama Ma’had dan sekolahan,” ungkapnya.

Atas prestasi yang diraih oleh Wefi dan teman-temannya itu, pihak sekolah dan Ma’had memberikan sejumlah apresiasi. “Salah satunya dalam bentuk beasiswa pendidikan selanjutnya di perguruan tinggi,” pungkasnya.

Romandhon MK

Peminat Sejarah Pengelola @podcasttanyasejarah

Terkait

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *