Santri adalah Wasiat Nabi

 Santri adalah Wasiat Nabi

Nasihat Kiai Mahrus untuk Para Santri (Ilustrasi/Hidayatuna)

HIDAYATUNA.COM – Santri pernah menjadi ujung tombak dalam menentukan arah suatu negara ke depan. Saat itu ialah momen pra kemerdekaan Indonesia di mana para santri dan ulama kerap dipercaya untuk memberikan masukan atau bahkan terjun ke lapangan melawan penjajah.

Santri adalah wasiat nabi yang melaui hadis ini beliau Saw mengisyaratkan perihal santri, sebagai berikut:

ﻋﻦ ﺃﺑﻲ ﻫﺎﺭﻭﻥ اﻟﻌﺒﺪﻱ، ﻗﺎﻝ: ﻛﻨﺎ ﺇﺫا ﺃﺗﻴﻨﺎ ﺃﺑﺎ ﺳﻌﻴﺪ اﻟﺨﺪﺭﻱ، ﻗﺎﻝ: ” ﻣﺮﺣﺒﺎ ﺑﻮﺻﻴﺔ ﺭﺳﻮﻝ اﻟﻠﻪ ﺻﻠﻰ اﻟﻠﻪ ﻋﻠﻴﻪ ﻭﺳﻠﻢ، ﺇﻥ ﺭﺳﻮﻝ اﻟﻠﻪ ﺻﻠﻰ اﻟﻠﻪ ﻋﻠﻴﻪ ﻭﺳﻠﻢ ﻗﺎﻝ ﻟﻨﺎ: «ﺇﻥ اﻟﻨﺎﺱ ﻟﻜﻢ ﺗﺒﻊ، ﻭﺇﻧﻬﻢ ﺳﻴﺄﺗﻮﻧﻜﻢ ﻣﻦ ﺃﻗﻄﺎﺭ اﻷﺭﺽ ﻳﺘﻔﻘﻬﻮﻥ ﻓﻲ اﻟﺪﻳﻦ، ﻓﺈﺫا ﺟﺎءﻭﻛﻢ ﻓﺎﺳﺘﻮﺻﻮا ﺑﻬﻢ ﺧﻴﺮا»

Abu Harun Al-Abdi berkata bahwa jika kami datang ke Abu Sa’id Al Khudri maka ia berkata: “Selamat datang orang-orang yang diwasiatkan oleh Rasulullah shalallahu alaihi wa sallam. Sungguh Nabi bersabda: “Manusia akan mengikuti kalian. Nanti akan ada manusia yang datang dari belahan dunia yang mempelajari ilmu Agama. Jika mereka datang pada kalian maka ajarkan kebaikan pada mereka” (HR Ibnu Majah)

Ahli hadis dari Mesir Syekh Abdurrauf Al-Munawi menjelaskan:

ﻭﻗﺪ ﺩﺭﺝ اﻟﺴﻠﻒ ﻋﻠﻰ ﻗﺒﻮﻝ ﻭﺻﻴﺘﻪ ﻓﻜﺎﻥ ﺃﺑﻮ ﺣﻨﻴﻔﺔ ﻳﻜﺜﺮ ﻣﺠﺎﻟﺴﺔ ﻃﻠﺒﺘﻪ ﻭﻳﺨﺼﻬﻢ ﺑﻤﺰﻳﺪ اﻹﻛﺮاﻡ ﻭﺻﺮﻑ اﻟﻌﻨﺎﻳﺔ ﻓﻲ اﻟﺘﻌﻈﻴﻢ

Ulama Salaf mengamalkan untuk menerima wasiat Nabi ini. Abu Hanifah sering duduk dengan murid-muridnya, secara khusus memuliakan mereka dan mengerahkan kemampuan untuk menghormati mereka

ﻭﻛﺎﻥ اﻟﺒﻮﻳﻄﻲ ﻳﺪﻧﻴﻬﻢ ﻭﻳﻘﺮﺑﻬﻢ ﻭﻳﻌﺮﻓﻬﻢ ﻓﻀﻞ اﻟﺸﺎﻓﻌﻲ ﻭﻓﻀﻞ ﻛﺘﺒﻪ ﻭﻳﺤﻀﻬﻢ ﻋﻠﻰ اﻻﺷﺘﻐﺎﻝ ﻭﻳﻌﺎﻣﻠﻬﻢ ﺑﺄﺷﺮﻑ اﻷﺣﻮاﻝ

Al-Buwaithi (perawi Qaul Jadid Asy-Syafii) begitu dekat dengan murid-muridnya dan menjelaskan kelebihan Asy-Syafii. Kelebihan kitab-kitab Asy-Syafii, mendorong mereka untuk sibuk belajar dan berinteraksi dengan memuliakan mereka. (Faidh Al-Qadir, 4/117)

Ma'ruf Khozin

Terkait

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *