Salawat dan Salam di Depan Makam Rasulullah

 Salawat dan Salam di Depan Makam Rasulullah

Keluarga Petugas Haji yang Meninggal di Arab Terima Rp.182.500.000

HIDAYATUNA.COM – Baik salawat atau salam untuk Rasulullah shalallahu alaihi wasallam akan dihaturkan kepadanya dari manapun datangnya, sebagaimana hadis:
عن عبد الله بن مسعود عن النبي صلى الله عليه وسلم قال إن لله ملائكة سياحين يبلغون عن أمتي السلام. رواه البزار ورجاله رجال الصحيح.
“Dari Abdullah bin Mas’ud bahwa Nabi shalallahu alaihi wasallam bersabda: “Allah memiliki malaikat yang berkeliling, mereka menyampaikan salam dari umatku.” (HR. al-Bazzar, perawinya sahih)
Juga riwayat ketika ada orang berebut masuk ke makam Nabi lewat lubang kecil lalu diingatkan oleh cucu Nabi:
عن اﻟﺤﺴﻴﻦ ﺑﻦ ﻋﻠﻲ ﺭﺿﻲ اﻟﻠﻪ ﻋﻨﻬﻤﺎ ﻣﺮﻓﻮﻋﺎ: ﺻﻠﻮا ﻋﻠﻲ، ﻓﺈﻥ ﺻﻼﺗﻜﻢ ﻭﺗﺴﻠﻴﻤﻜﻢ ﺗﺒﻠﻐﻨﻲ ﺣﻴﺜﻤﺎ ﻛﻨﺘﻢ
Dari Husein bin Ali secara marfu’ bahwa Nabi bersabda: “Bersalawatlah padaku, sebab salawat dan salam kalian akan sampai padaku di mana pun kalian berada” (HR Ibnu Abi Ashim, Abu Ya’la dan Thabrani)
Namun mengucapkan salawat dan salam langsung di depan makamnya ada kesyahduan yang tak ternilai.
mam Baihaqi dalam Syuab Al-Iman, Syekh Khatib Al-Baghdadi dalam Tarikhnya dan Al-Hafidz Ibnu Asakir meriwayatkan hadis:
من صلى علي عند قبري سمعته
Artinya:
“Barang siapa bersawalat kepadaku di dekat kuburku maka aku mendengarnya.” (Hadis ini dinilai jayyid, sanadnya bagus, oleh para Huffadz di bidang hadis seperti Imam Ibnu Hajar, Imam Ibnu Katsir dan lainnya, namun ada pula yang mendhaifkan bahkan menilai hadis palsu, di antaranya karena tidak mempercayai Nabi bisa mendengar di alam kuburnya)
Dari hadis ini pula Syekh Abdurrauf Al-Munawi berkata:
ﻷﻥ اﻟﺼﻼﺓ ﻓﻲ اﻟﺤﻀﻮﺭ ﻣﺸﺎﻓﻬﺔ ﺃﻓﻀﻞ ﻣﻦ اﻟﻐﻴﺒﺔ
Artinya:
“Sebab salawat hadir secara tatap muka lebih utama dari pada dari kejauhan.” (Faidh Al-Qadir, 5/170)
Adakah dalil bahwa Nabi bisa mendengar? Ada. Syekh Az-Zarqani menulis dalam Al-Mawahib Al-Ladunniyah, 12/202:
“ﻭﻳﻜﺜﺮ ﻣﻦ اﻟﺼﻼﺓ ﻭاﻟﺴﻼﻡ ﻋﻠﻰ ﺭﺳﻮﻝ اﻟﻠﻪ -ﺻﻠﻰ اﻟﻠﻪ ﻋﻠﻴﻪ ﻭﺳﻠﻢ- ﺑﺤﻀﺮﺗﻪ اﻟﺸﺮﻳﻔﺔ؛ ﺣﻴﺚ ﻳﺴﻤﻌﻪ ﻭﻳﺮﺩ ﻋﻠﻴﻪ” ﺑﺄﻥ ﻳﻘﻒ ﺑﻤﻜﺎﻥ ﻗﺮﻳﺐ ﻣﻨﻪ ﻭﻳﺮﻓﻊ ﺻﻮﺗﻪ ﺇﻟﻰ ﺣﺪ ﻟﻮ ﻛﺎﻥ ﺣﻴﺎ ﻣﺨﺎﻃﺒﺎ ﻟﻪ ﻟﺴﻤﻌﻪ ﻋﺎﺩﺓ.
“Perbanyak salawat dan salam kepada Rasulullah shalallahu alaihi wasallam di depan makamnya, sekira memperdengarkan dan menjawabnya. Dengan cara berdiri di tempat yang dekat dengan makam Nabi dan mengeraskan suara sebatas, andaikan masih hidup, berdialog dengan Nabi dan bisa didengar (tidak berteriak)”
Syekh Az-Zarqani menguatkan dengan hadis:
” ﻣﺎ ﻣﻦ ﺃﺣﺪ ﻳﺴﻠﻢ ﻋﻠﻲ، ﺇﻻ ﺭﺩ اﻟﻠﻪ ﻋﻠﻲ ﺭﻭﺣﻲ ﺣﺘﻰ ﺃﺭﺩ ﻋﻠﻴﻪ اﻟﺴﻼﻡ “.
“Tidak seorang pun mengucapkan salam kepadaku kecuali Allah mengembalikan ruh kepadaku hingga aku menjawab salamnya.” (HR. Abu Dawud. Al-Hafidz Ibnu Hajar menjadikan hadis ini sebagai dalil paling sahih dalam ziarah ke makam Nabi. Syekh Albani juga mencantumkan hadis ini dalam kitab Silsilah Sahihnya)
Semakin kuat dalil bahwa Nabi bisa tahu dan mendengar karena ada malaikat yang menyampaikan kepada Rasulullah shalallahu alaihi wasallam:
أَكْثِرُوْا الصَّلَاةَ عَلَيَّ فَإِنَّ اللهَ وَكَّلَ بِي مَلَكًا عِنْدَ قَبْرِي فَإِذَا صَلَّى عَلَيَّ رَجُلٌ مِنْ أُمَّتِي قَالَ لِي ذَلِكَ الْمَلَكُ : يَا محمد إِنَّ فُلَانَ بْنَ فُلَانٍ صَلَّى عَلَيْكَ السَّاعَةَ .
Hadis: “Perbanyaklah salawat padaku. Sebab Allah mewakilkan malaikat di kuburku. Jika ada umatku baca salawat, maka malaikat berkata: “Muhammad, fulan bin fulan saat ini bersalawat kepadamu.” (HR. Dailami. Jika masih ragu status hadisnya silakan cek di kitab Sahih Al-Jami’ Shaghir)
Catatan: jangan berteriak dan saling meninggikan suara di depan makam Nabi. Sebab di atas makam Nabi tertulis ayat:
إِنَّ الَّذِينَ يَغُضُّونَ أَصْوَاتَهُمْ عِنْدَ رَسُولِ اللَّهِ أُولَئِكَ الَّذِينَ امْتَحَنَ اللَّهُ قُلُوبَهُمْ لِلتَّقْوَى لَهُمْ مَغْفِرَةٌ وَأَجْرٌ عَظِيمٌ
(Al-Hujurat: 3) “Sesungguhnya orang-orang yang merendahkan suaranya di sisi Rasulullah mereka itulah orang-orang yang telah diuji hati mereka oleh Allah untuk bertakwa. Bagi mereka ampunan dan pahala yang besar.”

Ma'ruf Khozin

Terkait

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *