Said Aqil Siroj Bantah Klaim Dana Radikalisme dari Arab

 Said Aqil Siroj Bantah Klaim Dana Radikalisme dari Arab
Digiqole ad

HIDAYATUNA.COM, Jakarta – KH Said Aqil Siroj sebagai Ketua Umum Pengurus Besar Nahdlatul Ulama, mengafirmasi apa yang disampaikan mantan ketua Mahkamah Konstitusi, Prof Mahfudh MD, benar adanya, aliran dana yang berasal dari wilayah Arab Saudi mengalir ke Indonesia dengan gencar sejak 1980-an.

“Aliran dana tersebut bukan berasal dari pemerintah resmi Arab Saudi. Tetapi bisa jadi dari masyarakat atau donator yang barangkali tidak tahu-menahu peruntukkan kucuran dana itu untuk mendanai penyebaran Wahabisme di masjid dan sejumlah yayasan,” paparnya, di Jakarta, pada hari Rabu (11/9/2019).

Ia juga menegaskan bahwa ada sekitar 1.800 yang telah menikmati dana tersebut, salah satunya adalah Yayasan As-Sunnah di Cirebon, Jawa Barat.

“Sangat deras aliran dana dari Arab Saudi, bukan dari pemerintah resmi,” jelas KH Said Aqil Siroj.

Di tengah-tengah perhatian dunia ke Arab Saudi saat ini, KH Said Aqil Siroj mengapresiasi gebrakan dan terobosan baru Arab Saudi. Negara tersebut di bawah inisiatif Putra Mahkota Muhammad bin Salman, kini melakukan reformasi keterbukaan. Meski tetap dengan paham Wahabisme hanya saja lebih modern, moderat, inklusif yang menerima perbedaan dan terbuka dialog.

“Arab Saudi sudah mendorong masyarakatnya turut berperan aktif di dunia internasional dan membangun peradaban Islam. Hal itu tentu mustahil dilakukan bila masih mempertahankan kejumudan, tekstual, apalagi radikal. Ini terobosan berani dari MBS, itu kita harapkan,” pungkasnya.

Selama ini hubungan antara Nahdlatul Ulama dan pemerintah Arab Saudi selalu baik-baik saja. Perbedaan yang ada selama ini masih dalam koridor saling menghargai satu sama lain. Selain itu, KH Said Aqil Siroj mengklarifikasi kabar adanya dana radikalisme di Indonesia yang diduga berasal dari Arab Saudi.

Redaksi

Terkait

Leave a Reply

Your email address will not be published.

8 + 8 =