Sahkah Berkurban untuk Orang Yang Telah Meninggal ?

 Sahkah Berkurban untuk Orang Yang Telah Meninggal ?

Sahkah Berkurban untuk Orang Yang Telah Meninggal Dunia

HIDAYATUNA.COM – Salah satu tradisi yang banyak ditemukan di nusantara adalah berkurban untuk keluarga atau kerabat yang telah meninggal. Lantas sahkah prakter tersebut ? dan bagaimana hukum islam memandangnya ?

Terkait hal ini Ibnu Hajar al-Haitami menerangkan dalam karyanya Tuhfatul Muhtaj bahwa tidak diperbolehkan berkurban untuk orang yang sudah meninggal jika orang tersebut tidak berwasiat.

لَا تَجُوزُ وَلَا تَقَعُ أُضْحِيَّةٌ عَنْ مَيِّتٍ إنْ لَمْ يُوصِ بِهَا

“Berkurban atas nama orang meninggal tidak diperbolehkan dan tidak dianggap sah apabila orang yang meninggal tersebut tidak berwasiat untuk dikurbani.” (Tuhfah al-Muhtaj)

Imam Ar-Romli berpendapat dalam karyanya yaitu Nihayatul Muhtaj, bahwa alasan yang berkurban harus adanya wasiat adalah karena kurban merupakan ibadah yang membutuhkan izin. Karenanya, izin orang yang berkurban mutlak diperlukan agar kurbannya sah.

Namun terdapat pendapat lain yang memperbolehkan prakter kurban untuk orang yang telah meninggal walapun tanpa adanya wasiat, hal ini diutarakan oleh Imam Al-Qolyubi :

وَقَالَ الرَّافِعِيُّ فَيَنْبَغِي أَنْ يَقَعَ لَهُ وَإِنْ لَمْ يُوصِ لِأَنَّهَا ضَرْبٌ مِنْ الصَّدَقَةِ

“Imam ar-Rofi’i berpendapat: kurban yang ditujukan kepada orang yang telah meninggal, hukumnya tetap sah untuknya walaupun orang yang telah meninggal tersebut tidak berwasiat. Hal ini dikarenakan kurban merupakan bagian dari sedekah.” (Hasyiah al-Qulyubi ‘ala Al-Mahalli)

Bahkan Imam an-Nawawi menegaskan :

وَأَمَّا التَّضْحِيَةُ عَنْ الْمَيِّتِ فَقَدْ أَطْلَقَ أَبُوالْحَسَنِ الْعَبَّادِيُّ جَوَازَهَا لِأَنَّهَا ضَرْبٌ مِنْ الصَّدَقَةِ وَالصَّدَقَةُ تَصِحُّ عَنْ الْمَيِّتِ وَتَنْفَعُ هُوَتَصِلُ إلَيْهِ بِالْإِجْمَاعِ

“Adapun berkurban untuk orang yang sudah meninggal dunia, maka Abu al-Hasan al-Abbadi memperbolehkannya secara mutlak karena termasuk sedekah, sedang sedekah untuk orang yang telah meninggal dunia itu sah, bermanfaat untuknya, dan pahalanya bisa sampai kepadanya sebagaimana kesepakatan para ulama” (Al-Majmu’ Syarh al-Muhadzdzab)

Perbedaan pendapat dikalangan para ulama ini adalah hal yang wajar. Karenanya jika kita ingin berkurban untuk keluarga atau kerabat yang telah meninggal tetap diperbolehkan dan bernilai sedekah dan pahala sedekah tetap sampai meskipun orang tersebut telah meninggal dunia,

Wallahu’ Alam

Baca Juga : Sahkah Kurban Secara Online ?

Redaksi

Terkait

Leave a Reply

Your email address will not be published.

three × 3 =