Cancel Preloader

Saatnya Santri Wirausaha, Berikut Wirausaha yang Bisa Dipilih

 Saatnya Santri Wirausaha, Berikut Wirausaha yang Bisa Dipilih

Saatnya Santri Wirausaha

Digiqole ad

HIDAYATUNA.COM – Wirausaha bisa dilakukan oleh siapa saja, bahkan seorang santri sekalipun. Sebab santri memiliki hak yang sama dengan manusia lainnya, sebagai sesama makhluk ciptaan-Nya. Bahkan santri memiliki nilai lebih, yaitu mereka sudah terbiasa dalam menghargai waktu (disiplin), dan mandiri.

Penempaan santri di pesantren menjadi modal awal untuk menjalani kehidupan selanjutnya, yaitu kehidupan berkeluarga dan bermasyarakat. Pola pendidikan yang diterapkan di pesantren, secara tidak sadar telah melatih mental seorang santri menjadi pribadi yang kuat.

Mental yang kuat juga dibutuhkan oleh seorang pengusaha. Jadi ada peluang saat santri terjun dalam dunia wirausaha, tinggal bagaimana cara santri mengembangkan dirinya.

Berikut beberapa jenis wirausaha yang bisa dijalankan oleh santri :

1. Berternak

Berternak menjadi salah satu jenis usaha yang menjanjikan yang perlu dicoba oleh santri. Meskipun santri saat di pesantren tidak diajari bagaimana cara berternak, namun jika santri bersungguh-sungguh bisa menjadi peternak yang sukses.

Sebab pada era digital seperti saat ini, santri bisa memanfaatkan youtube, google, dan sosial media untuk belajar. Belajar dari para pengusaha sukses yang berbagi ilmunya tentang bagaimana tips yang harus dipersiapkan bagi peternak pemula. Sebab ilmu atau teori cukup penting sebelum praktik.

Misalnya berternak kambing. Kambing menjadi kebutuhan saat momen-momen hari istimewa pada agama Islam. Ada hari raya idul adha, pada hari itu kiranya kebutuhan permintaan hewan ternak kambing akan meningkat.

Sebab kambing menjadi salah satu hewan kurban. Selain itu, kambing juga sebagai kebutuhan untuk akikah (syukuran atas kelahiran seorang anak). Maka dapat ditarik kesimpulan bahwa berternak kambing cukup menjanjikan.

Sebenarnya bukan hanya ternak kambing. Anda juga bisa berternak hewan lainnya, seperti ayam, sapi yang dalam agama Islam halal untuk dikonsumsi.

2. Berdagang

Sebagai seorang santri kiranya harus bisa membaca peluang usaha. Misalnya perihal kebutuhan yang diperlukan oleh orang muslim. Misalnya kebutuhan pakaian, seperti jilbab, mukena, baju, sarung peci dan lainnya.

Atas beberapa kebutuhan oleh orang muslim tersebut, jika dilihat terdapat peluang bahwa berdagang atau menjual kebutuhan pakaian-pakaian cukup menjanjikan.

Tidak hanya itu, santri bisa berjualan kitab, atau buku-buku keagamaan yang itu dibutuhkan oleh para santri di Pondok Pesantren. Kemudian untuk mendapat harga beli yang cukup murah, anda bisa bekerjasama dengan toko buku atau penerbit.

Perihal pemasaran anda bisa bekerjasama dengan pihak yayasan atau pondok pesantren. Selain itu anda bisa memasarkan barang dagangan melalui toko online atau media sosial.

Itu tadi jenis wirausaha yang bisa dilakukan oleh santri. Saat anda memasuki dunia wirausaha, setidaknya anda telah mematahkan anggapan sempit perihal santri hanya bisa survive di lingkup keagamaan saja.

Contohlah almarhum K.H Abdurrahman Wahid (Gus Dur) yang pernah menjadi Presiden Ke-4 Indonesia, selain itu masih banyak santri yang terjun ke dunia politik. Artinya peluang santri untuk berkiprah di bidang apapun cukup terbuka lebar, tidak hanya sebatas lingkup keagamaan saja.

Santri Bisa Survive

Saat menjadi santri di lingkup Pondok Pesantren kewajibannya adalah belajar mengaji dan mengkaji, serta mengabdi pada kiai atau guru. Namun selepas dari pesantren, tidak lantas anda menjadi mantan santri, tetapi sampai kapanpun anda adalah santri.

Selesai menuntaskan belajar di Pondok Pesantren, santri akan memasuki fase berikutnya. Ada yang memilih jalan melanjutkan jenjang pendidikan, ada yang memutuskan untuk berkeluarga. Pada fase tersebut adalah saat di mana para santri mengaplikasikan ilmu yang didapat dari Pondok Pesantren.

Misalnya santri yang memutuskan berkeluarga, bisa mengaplikasikan bagaimana menjadi seorang istri yang baik, atau bisa menjadi seorang suami yang mampu menafkahi lahir dan batin istri dan anak-anaknya. Lebih dari itu, santri juga bisa bermasyarakat dengan baik.

Jika masih menjadi santri di lingkup pesantren, mungkin anda akan merasa terbatasi. Hingga cukup sulit untuk berwirausaha. Namun setelah anda keluar dari pesantren tidak ada alasan untuk anda bisa survive berwirausaha.

Muhammad Iqbal Shukri

Muhammad Iqbal Shukri

Mahasiswa Tingkat Akhir Jurusan Perbankan Syariah UIN Walisongo Semarang

Terkait

Leave a Reply

Your email address will not be published.

two + five =