KisahSejarah Islam

Rumah Arqam bin Abi Arqam Saksi Dakwah Islam Pertama

HIDAYATUNA.COM, Jakarta – Seorang pemuda bernama Arqam bin Abi Arqam meski berbangga diri. Sebab di kediaman lah, untuk pertama kali syiar Islam dilakukan .

Sebagaimana diketahui bahwa sebelum Islam menjadi agama besar dan dianut oleh hampir seluruh umat manusia, dahulu kala proses dakwah Islam dilakukan Rasulullah secara sembunyi sembunyi.

Ini menyusul banyaknya tentangan oran-orang Quraish kala itu. Tak jarang teror dan intimidasi menyasar Rasulullah SAW dalam menyiarkan agama Allah.

Nah, saat situasi masih sangat tidak kondusif, Rasulullah mulai mengenalkan ajaran Islam secara sembunyi sembunyi. Dan tempat pertama untuk dakwah Islam pertama kali dilakukan di kediaman Arqam.

Arqam adalah salah satu sahabat yang telah menerima hidayah. Dalam buku Kisah Istimewa Asmaul Husna, Aan Wulandari menjelaskan posisi rumah Aqram berada di tempat yang terpencil.

Dimana rumah Aqram ini persis berada tepat di bukit Shafa. Posisi yang demikian ini aman tidak tak terendus oleh orang orang kafir.

“Mereka mendengar Nabi Muhammad menyampaikan ajaran yang mulia,” tulis Aan sebagaimana dilansir dari Republika, Senin (28/9/2020).

Ia menambahkan, para kaum Muslimin ini setiap beberapa waktu sekali pergi ke rumah Arqam dengan cara sembunyi-sembunyi. Mereka takut ketahuan kelompok kafir.

“Rumah Arqom menjadi Madrasah pertama bagi kaum muslimin saat itu,” sambungnya.

Rumah ini menjadi tempat berkumpulnya orang-orang pertama yang memeluk Islam. Di sinilah Rasulullah SAW mendidik mereka untuk menjadi jiwa yang tangguh dalam berdakwah dan membela Islam.

Semakin lama, perkumpulan umat Islam ini semakin banyak. Hingga tercatat ada sekitar 40 orang yang datang ke rumah Arqam, mulai dari yang tua sampai muda. Ketika itu Ali Bin Abi Thalib yang paling muda, usianya baru berumur 10 tahun dan Ubaidah bin harits yang paling tua berusia 50 tahun.

Baca Juga :  Rezim Komunis Runtuh, Ini Lika-Liku Perjalanan Islam Azerbaijan

“Mereka semangat berbaur mendengarkan Rasulullah menyampaikan pesan-pesan Islam yang damai,” jelasnya.

Sebagai informasi, Arqom berasal dari bani Makhzum. Suku ini dikenal sangat memusuhi Bani Hisyam, suku Rasulullah SAW dan pada masanya, kedua suku ini saling bersaing.

Sehingga, kaum musyrikin sama sekali tak akan mengira Rasulullah SAW yang mengumpulkan orang-orang di rumah orang yang berasal dari suku yang memusuhi sukunya sendiri. (Hidayatuna/MK)

Tags

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Back to top button
Close
Close