Cancel Preloader

Remaja Muslim Ohio Bikin Perubahan Besar Usai Didiskualifikasi karena Berhijab

 Remaja Muslim Ohio Bikin Perubahan Besar Usai Didiskualifikasi karena Berhijab

Remaja Muslim Ohio (Ilustrasi/Hidayatuna)

Digiqole ad

HIDAYATUNA.COM, Ohio – Remaja muslim asal Ohio, Amerika Serikat, bernama Noor Abukarum membuat perubahan besar. Hal itu terjadi pasca dirinya didiskualifikasi dalam kejuaraan lomba lari lintas alam tingkat sekolah menengah. Ia didiskualifikasi lantaran ia mengenakan hijab.

Gadis berusia 17 tahun itupun menolak tawaran status quo yang diberikan kepada pihak perlombaan tersebut. Sebaliknya ia justru berjuang keras untuk bisa mengubah aturan pelarangan keikutsertaan remaja berhijab di kejuaran itu.

Dalam upayanya untuk mengubah aturan tersebut, Noor Abukarum meminta kepada otoritas kejuaraan lari lintas alam. Agar mengizinkan wanita Muslim bisa diberikan kesempatan untuk bersaing dengan hijab mereka.

“Wanita berhijab dan Muslim juga bisa menjadi wajah atletik,” kata Noor Abukarum. Seperti diberitakan Daily Californian sebagaimana dikutip About Islam, Selasa (6/4/2021).

Ia bertekad bahwa para atletik dari wanita muslim juga bisa bersaing dalam perlombaan lintas alam. Untuk itu, ia meminta agar tidak ada lagi diskriminasi lagi.

“Saya bisa menjadi wajah perlombaan lintas alam atau di majalah lari,” sambungnya.

Larangan Membuat Aturan yang Melanggar Hak Keagamaan

Sebagai informasi, siswa sekolah menengah Muslim dari Ohio itu didiskualifikasi dari lari lintas negara pada Oktober 2019 karena mengenakan jilbab. Pada hari-hari setelah perlombaan, Abukaram merasa ditarik, meminta pelatihnya mengisi keringanan agar dia bisa balapan lagi.

“Adik perempuan saya harus menampar wajah saya dan berkata, ‘Kami punya adik perempuan yang akan segera memakai jilbab. Apakah Anda benar-benar ingin hal yang sama terjadi lagi padanya? Untuk generasi atlet hijabi berikutnya yang akan lolos?” kata Abukaram.

Untuk itu, ia meminta Senator Ohio Theresa Gavarone untuk merancang SB 288 negara bagian Ohio yang melarang sekolah dan organisasi antarsekolah. Agar tak membuat aturan yang melanggar hak untuk mengenakan pakaian keagamaan. Itu disahkan dengan suara bulat pada 24 Juni 2020.

Kemudian, dia mengorganisir kampanye “Let Noor Run Virtual 5k” untuk mengumpulkan uang untuk House of Innovation. Sebuah ruang pembuat komunitas dengan tujuan mempromosikan keragaman dan inklusi di semua bidang.

Hijab yang disumbangkan melalui 5k akan diberikan kembali ke sekolah-sekolah di dalam kota Toledo. Bekerja sama dengan departemen ekuitas, keragaman, dan inklusi Sekolah Umum Toledo.

“Saya, sebagai atlet berhijab, diberi tank top dan celana pendek untuk berlari dalam perlombaan lintas alam. Benar-benar bodoh karena saya tidak bisa memakainya. Saya harus mendapatkan legging, kemeja lengan panjang dan hijab olahraga untuk dipakai,” jelasnya.

Romandhon MK

Romandhon MK

Peminat Sejarah Pengelola @podcasttanyasejarah

Terkait

Leave a Reply

Your email address will not be published.

four − one =