Ratusan Orang Hadiri Prosesi Pemakaman Penyintas Serangan Teror Christchurch

 Ratusan Orang Hadiri Prosesi Pemakaman Penyintas Serangan Teror Christchurch

Teroris Kembali Serang Ankara, Turki: 2 Polisi Terluka (Ilustrasi/Hidayatuna)

HIDAYATUNA.COM, Yogyakarta –¬†Dalam sebuah pernyataan, Asosiasi Muslim Canterbury mengatakan menerima berita kematian salah seorang penyintas serangan teror Christchurch, Abu Fadi Al-Seenawi kemarin.

Lebih dari 200 orang menghadiri prosesi pemakaman atau doa pemakaman untuknya di masjid Al-Noor hari ini sebelum upacara pemakaman.

Rekan yang selamat dari serangan teror dan teman lama, Farid Ahmed, berbicara di pemakaman Al-Seenawi. Dia menggambarkannya sebagai pria yang positif.

“Saya biasa memanggilnya anak muda karena dia biasa tersenyum seperti anak muda dan dia memiliki semangat anak muda,” jelasnya.

Pasangan itu sudah saling kenal selama bertahun-tahun dan biasa duduk bersebelahan saat salat Jumat.

Selama serangan tahun 2019, Ahmed dapat berbicara dengan Al-Seenawi saat dia terbaring berdarah di lantai masjid.

“Itu sangat, sangat emosional. Bahkan di sana, dia sangat luar biasa. Dia melihat saya dan dia berkata ‘Alhamdulillah Saudara Farid kamu masih hidup. Saya mengkhawatirkan kamu karena kamu satu-satunya orang di kursi roda.’

“Dia merasa sangat kesakitan, tetapi ketika dia berbicara dengan saya, dia sangat tenang dan sangat, sangat damai. Dan sangat sabar [menunggu ambulans],” katanya.

Ahmed, yang kehilangan istrinya dalam serangan itu, mengatakan Al Seenawi adalah contoh ketahanan terbaik di tahun-tahun sebelumnya.

“Dia dulu balas tersenyum [kepada saya] dan berkata sekarang Kak Farid. Ketika saya melihat Anda dan Anda tersenyum, saya melupakan semua rasa sakit saya.”

Al-Seenawi menyentuh banyak hati orang di komunitas Al-Noor, katanya.

“Kami membawanya ke pemakaman dan kami menguburkannya dengan hormat. Kami pergi ke sana bersama. Setiap orang datang sebagai tanda persatuan, inklusivitas.”

Al-Seenawi meninggal di rumah bersama keluarganya setelah periode kesehatan yang buruk, kata Ahmed. []

Redaksi

Terkait

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *