Cancel Preloader

Rahasia Gus Dur: Cara Mudah Memahami Islam

 Rahasia Gus Dur: Cara Mudah Memahami Islam

Gus Dur (Ilustrasi/Hidayatuna)

Digiqole ad

HIDAYATUNA.COM – Sosok Gus Dur memang tak terelakkan wawasannya. Sikap dan tutur katanya selalu menenangkan siapa saja, tanpa terkecuali selama mereka ialah makhluk ciptaan-Nya.

Kekayaan khazanah Islam dalam berbagai keilmuan rasanya semakin sulit untuk dipelajari secara menyeluruh. Apalagi jika dibandingkan dengan keawaman kita yang semakin lama semakin jauh dari jaman Rasulullah Saw dan para Sahabat RA.

Namun dari Gus Dur, sedikit demi sedikit kita bisa dengan mudah memahaminya. Dalam sebuah majelis di Jakarta pada tahun 2008, penulis menyempatkan waktu untuk bertanya kepada Mbah Wali Gus Dur.

“Gus, bagaimana cara memahami Islam yang paling mudah, biar kami yang awam bisa tahu benar atau salah. Apalagi sekarang banyak yang obral dalil?”

“Gampang saja,” dawuh Gus Dur dengan gaya khas sambil jari-jarinya mengetuk-ngetuk meja seperti biasa.

“Kalau kita percaya Islam itu rahmatan lil ‘alamin, maka semua yang bertentangan dengan kriteria rahmatan lil ‘alamin ya pasti salah. Bukan dalilnya yang salah, tapi penempatannya yang nggak pas,” dawuh Gus Dur.

Gus Dur dan Shuniyya Ruhama
Sumber : Facebook Shunniya Ruhama

Taatlah Pada Allah, Bukan Pada Agama

Mengetahui penulis yang malah tambah bingung tidak paham maksudnya, beliau memberi contoh kasus.

“Misalnya, kita percaya Islam itu memuliakan wanita. Maka semua ulasan dalam Islam yang menyudutkan wanita pasti salah. Sekalipun pakai dalil-dalil. Itu pasti salah cara mengambil dan menerapkan dalilnya.”

“Misalnya, kita percaya Islam itu menjunjung tinggi kemanusiaan. Maka mau pakai dalil apa pun kalau sampai menghina atau merendahkan manusia karena agama, suku atau golongannya, pasti itu salah ngambilnya”.

Subhanallah, luar biasa sekali. Cuma bisa bengong mendengar penjabaran dari Mbah Wali Gus Dur. Rasanya akal dan hati ini seperti mendadak terang.

Kemudian ada sahabat yang bertanya, “Terus kalau ada yang bilang manusia itu harus taat sama agamanya bagaimana, Gus? ”

Sambil terkekeh Mbah Wali menjawab, ” Taat kok sama agama. Taat itu ya sama Gusti Allah. Gitu aja kok repot.”

Ahahaha. Kamipun tertawa bersama. Benar juga, ya.

“Ini yang kita suka salah paham. Agama itu diturunkan untuk manusia. Bukan manusia yang diturunkan untuk agama. Jangan dibolak-balik. Kacau semua nanti.”

Ya Allah… Ya Allah… Ya Allah… Untuk kesekian kalinya aku jatuh cinta lagi kepada Mbah Wali Gus Dur. Matur suwun Mbah Wali, setetes ilmu panjenengan adalah embun penyejuk bagi dahaga kami, para murid dan pecinta panjenengan.

Al Fatihah.

Shuniyya Ruhama

Shuniyya Ruhama

Pengajar Ponpes Tahfidzul Quran Al Istiqomah Weleri-Kendal

Terkait

Leave a Reply

Your email address will not be published.

3 × three =