PW IPNU IPPNU DIY Adakan Refleksi Hari Santri

 PW IPNU IPPNU DIY Adakan Refleksi Hari Santri

HIDAYATUNA.COM – Pimpinan Wilayah Ikatan PelajarNahdlatul Ulama dan Pimpinan  Wilayah Ikatan Pelajar Putri Nahdatul Ulama DI. Yogyakarta turut memeriahkan Hari Santri Nasional 2021 sekaligus memperingati Maulid Nabi Muhammad SAW. Kegiatan ini dilaksanakan di Aula Gedung PWNU DIY dan disiarkan secara online melaluikanal Youtube Nahnu TV, Bangkit TV, dan Hidayatuna TV.(Sabtu, 23 Oktober 2021)

Kegiatan  bertajuk Refleksi Hari Santri dengan mendatangkan dai muda Gus Irwan, panggilan akrab KH. Irwan Masduqi, Lc., MA., PengasuhPondok Pesantren As-Salafiyah Mlangi yang juga sebagai Direktur Aswaja Center PWNU DIY.

Dalam acara Refleksi Hari Santri tersebut, Organisasi dengan segmentasi pelajar ini mengajak seluruh anggota dan kader IPNU dan IPPNU untuk bersama-sama merefleksikan da memikirkan kembali kontribusi santri pada ini.

Hal tersebut tampak jelas dalam tema yang diusung, yakniTransformasiSantri dalam Merespon Peradaban Baru Pasca Pandemi”.


“Kami berharap besar kepada seluruh pelajar Nahdlatul Ulama, semogasetelah adanya kegiatan hari santri, kita tidak hanya banggamenjadi santri, tapi kita perlu mengkaji apa peran dari santri dan pelajar NU yang dapat bermanfaat untuk bangsa kedepannya“, tutur Rekan Musonnif, SS. Selaku ketua panitia.

Hadir juga dalam kegiatan ini, Gus Hilmy Muhammad, MA anggota DPD RI DI. Yogyakarta dalam acara ini. Beliau berpesan kepada para santri untuk mencintai kyai dan menjadikan kyai sebagai guru, teladan dan panutan.

Hari santrisebagai pengingat bahwa kita punya tanggung jawab yang luarbiasa, bagaimana kita menjaga kyai, bagaimana kita menjagalembaga-lembaga yang mencetak generasi kyai”, tutur anggota DPD RI yang juga seorang santri sekaligus kiai.

Gus Irwan dalam pemaparannya berpesan bahwa santri harus mampu aktif dalam merespos perkembangan zaman. Santri harus melek IT (Information Technology), santri harusmenjadi ibnu zaman yang selalu responsif akan setiapperkembangan”.


Menurutnya, santri saat ini mempunyaitanggungjawab besar untuk mengisi ruang-ruang dakwahkhususnya ruang digital, terlebih dalam menyebarkan ajaran-ajaran yang moderat.

Sebenarnya santri lebih mempunyaikapasitas dalam menyampaikan dakwah-dakwah sehingga tidakpenuh dengan dakwah yang mudah menyalah-nyalahkan(azmbnt)

Redaksi

Terkait

Leave a Reply

Your email address will not be published.

three + seven =