Pungli Bansos Dosa Besar

 Pungli Bansos Dosa Besar

Pungli Bansos Dosa Besar (Ilustrasi/Hidayatuna)

HIDAYATUNA.COM –¬†Praktik pungli merupakan salah satu bentuk korupsi dan korupsi adalah salah satu bentuk sikap tidak amanah. Hal ini disampaikan oleh Sekretaris Komisi Fatwa Majelis Ulama Indonesia (MUI) KH Miftahul Huda.

MUI sendiri telah mengeluarkan fatwa tentang risywah (suap), ghulul (korupsi), dan pemberian hadiah (gratifikasi) dalam Munas ke-4 pada 2000.

“Korupsi adalah perbuatan dosa besar,” kata Kiai Miftah, melalui pesan elektronik dikutip dari Republika.co.id, Rabu (4/8).

Dalam surat Al Anfal ayat 27, lanjutnya, terdapat larangan berkhianat terhadap harta milik negara. “Wahai orang-orang yang beriman! Janganlah kamu mengkhianati Allah dan Rasul dan (juga) janganlah kamu mengkhianati amanat yang dipercayakan kepadamu, sedang kamu mengetahui.”

Selanjutnya dalam ayat yang lain disebutkan, harta yang dikorupsi¬† melalui pungli akan dipanggul ketika hari kiamat. Firman ini ada di surat Al-‘imran ayat 161.

Selain ayat Alquran, masih banyak dalil dalam hadis Nabi Muhammad SAW yang melaknat perilaku pungli. “Korupsi adalah bentuk penipuan dan perilaku tidak jujur, dan barang siapa menipu maka tidak diakui sebagai umatnya Nabi Muhammad SAW,” ujarnya.

Kiai Miftah mengatakan bahwa harta dari hasil pungli tentu haram untuk dikonsumsi karena itu termasuk memakan harta dengan cara tidak benar. Hal ini telah dinyatakan dalam Alquran, salah satunya dalam surat Al-Baqarah ayat 188.

“Dan janganlah kamu makan harta di antara kamu dengan jalan yang batil, dan (janganlah) kamu menyuap dengan harta itu kepada para hakim, dengan maksud agar kamu dapat memakan sebagian harta orang lain itu dengan jalan dosa, padahal kamu mengetahui.”

Redaksi

Terkait

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *