Puasa Syawal atau Bayar Hutang Puasa Ramadhan Dulu?

 Puasa Syawal atau Bayar Hutang Puasa Ramadhan Dulu?

Puasa Syawal (Ilustrasi/Hidayatuna)

Digiqole ad

HIDAYATUNA.COM – Memasuki bulan Syawal, terdapat sunah anjuran berpuasa enam hari setelah 1 Syawal. Lalu apakah kita harus mendahulukan puasa Syawal tersebut, atau mengganti puasa Ramadhan yang terlewat?

Sebagaimana diketahui, puasa enam hari Syawal memiliki keutamaan yang istimewa. Hal ini diterangkan Rasulullah Saw, beliau bersabda:

عَنْ أَبِي أَيُّوبَ الْأَنْصَارِيِّ -رَضِيَ اللهُ عَنْهُ- أَنَّ رَسُولَ اللهِ -صَلَّى اللهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ- قَالَ: مَنْ صَامَ رَمَضَانَ ثُمَّ أَتْبَعَهُ سِتًّا مِنْ شَوَّالٍ، كَانَ كَصِيَامِ الدَّهْرِ

“Dari Abu Ayub Al Anshari RA, Rasulullah Saw berkata: “Barang siapa yang berpuasa Ramadhan kemudian berpuasa enam hari di bulan Syawal, maka dia berpuasa seperti setahun penuh.” (HR Muslim)

Anggota Komisi Fatwa MUI, KH Hamdan Rasyid dilansir dari Republika.co.id menjelaskan. Setiap ibadah akan mendapat pahala minimal 10 kali lipat, demikian halnya jika orang berpuasa selama satu bulan selama Ramadhan, nilai pahalanya pun sama sepeti puasa sepuluh bulan.

Lalu jika ditambah enam hari puasa Syawal, maka pahalanya sama seperti puasa 60 hari (dua bulan) sehingga diakumulasikan menjadi 12 bulan (satu tahun). “Itu logika menghitung pahala, bisa jadi lebih dari itu,” jelas KH Hamdan Rasyid.

Mendahulukan Ibadah Wajib

Sebelum melakukan puasa sunah Syawal, dianjurkan untuk lebih dulu melaksanakan ibadah fardhu, seperti membayar hutang puasa Ramadhan. Kh Hamdan Rasyid juga menganjurkan agar menyegerakan membayar hutang puasa Ramadhan, lebih baik lagi jika dapat ditunaikan di bulan Syawal.

“Memang membayar hutang puasa, sebaiknya dilakukan di bulan Syawal, tapi kalau tidak memungkinkan bisa dilakukan di bulan lain. Tapi lebih afdal kalau dikerjakan di bulan Syawal,” ujarnya dikutip dari Republika.co.id.

Adapun kedua niat puasa tersebut tidak bisa digabungkan. Puasa qadha Ramadhan dan puasa sunah Syawal memiliki hukum yang berbeda sehingga pengerjaannya juga harus dipisahkan.

Sedangkan pengerjaan puasa Syawal, tidak harus dilakukan secara berturut-turut. “Puasa Syawal itu tidak harus berturut-turut, misalnya sehari puasa besok tidak, tidak masalah. Jadi tidak ada ketentuan harus berturut-turut,” kata dia.

Selain untuk mendulang pahala, puasa Syawal, kata Kiai Hamdan, juga berguna sebagai penyempurna ibadah yang mungkin belum maksimal saat Ramadhan. Puasa Syawal, kata dia, juga difungsikan sebagai cara untuk mendekatkan diri kepada Allah SWT.

Redaksi

Terkait

Leave a Reply

Your email address will not be published.

fourteen − nine =