Puasa Arafah

 Puasa Arafah
Digiqole ad

HIDAYATUNA.COM – Puasa Arafah adalah puasa pada tanggal 9 Dzulhijjah, yaitu 1 hari sebelum lebaran Idul Adha. Puasa pada hari itu hukumnya adalah sunnah muakad, yaitu sangat dianjurkan untuk dilakukan. Pada hari itu, para jamaah haji sedang beribadah wukuf di Arafah. Dzluhijjah sendiri merupakan salah satu bulan yang istimewa di dalam Islam. Pada 10 hari pertama pada bulan tersebut, ada banyak keutamaan bagi orang-orang yang melakukan ibadah.

     Menurut Hukum Islam, puasa Arafah memang bukan puasa wajib namun akan sangat lebih baik jika kita melakukannya karena hukumnya adalah sunnah muakad. Puasa ini sangat disarankan bagi orang-orang yang tidak melaksanakan ibadah haji pada bulan tersebut. Sementara untuk orang-orang yang sedang beribadah haji tidak dianjurkan untuk melaksanakan puasa Arafah.

Dalil Puasa Arafah

عَنْ عِكْرِمَةَ قَالَ دَخَلْتُ عَلَى أَبِى هُرَيْرَةَ فِى بَيْتِهِ فَسَأَلْتُهُ عَنْ صَوْمِ يَوْمِ عَرَفَةَ بِعَرَفَاتٍ فَقَالَ أَبُو هُرَيْرَةَ نَهَى رَسُولُ اللَّهِ -صلى الله عليه وسلم- عَنْ صَوْمِ يَوْمِ عَرَفَةَ بِعَرَفَاتٍ

Artinya: Dari Ikrimah, ia mengatakan: “aku masuk ke rumah Abu Hurairah lalu bertanya tentang puasa hari Arafah bagi (jamaah haji yang sedang) di Arafah.” Lalu Abu Hurairah menjawab, “Rasulullah shallallahu ‘alaihi wasallam melarang puasa hari Arafah di Arafah” (HR. Ibnu Majah dan Ahmad)

Tata Cara Puasa Arafah

  • Niat

Niat puasa arafah sebaiknya dilakukan di malam hari, sebelum terbit fajar. Namun karena ini adalah puasa sunnah, maka jika terlupa, boleh niat di pagi hari asalkan belum makan apa-apa dan tidak melakukan hal apapun yang membatalkan puasa.

Hal ini berdasarkan hadits bahwa Rasulullah pernah puasa sunnah dengan niat di waktu pagi seperti pada hadits berikut ini:

عَنْ عَائِشَةَ أُمِّ الْمُؤْمِنِينَ قَالَتْ دَخَلَ عَلَىَّ النَّبِىُّ -صلى الله عليه وسلم- ذَاتَ يَوْمٍ فَقَالَ هَلْ عِنْدَكُمْ شَىْءٌ. فَقُلْنَا لاَ. قَالَ فَإِنِّى إِذًا صَائِمٌ. ثُمَّ أَتَانَا يَوْمًا آخَرَ فَقُلْنَا يَا رَسُولَ اللَّهِ أُهْدِىَ لَنَا حَيْسٌ. فَقَالَ أَرِينِيهِ فَلَقَدْ أَصْبَحْتُ صَائِمًا . فَأَكَلَ

Artinya: Dari Aisyah Ummul Mukminin, ia berkata, “Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam pernah menemuiku pada suatu hari lantas beliau bertanya, “Apakah kalian memiliki sesuatu untuk dimakan?” Kami pun menjawab, “Tidak ada.” Beliau pun bersabda, “Kalau begitu saya puasa.” Kemudian di hari lain beliau menemui kami, lalu kami katakan pada beliau, “Kami baru saja dihadiahkan hays (jenis makanan berisi campuran kurman, samin dan tepung).” Lantas beliau bersabda, “Berikan makanan tersebut padaku, padahal tadi pagi aku sudah berniat puasa.” Lalu beliau menyantap makanan tersebut. (HR. Muslim).

  • Makan Sahur

Makan sahur merupakan salah satu sunnah puasa yang jika dilakukan akan mendapat pahala dan keberkahan. Namun jika tidak dikerjakan, mungkin bangunnya terlambat, puasanya tetap sah.

  • Menahan diri dari hal-hal yang membatalkan

Yakni menahan diri dari makan, minum, berhubungan dengan istri dan hal-hal lainnya yang dapat membatalkan puasa. Waktunya dimulai sejak terbit fajar hingga terbenamnya matahari.

  • Berbuka

Sebagaimana puasa pada umumnya baik puasa wajib maupun puasa sunnah. Buka puasa ini waktunya ketika matahari terbenam, yakni saat masuknya waktu sholat Maghrib. Menyegerakan puasa merupakan salah satu sunnah puasa.

KEUTAMAAN PUASA ARAFAH

Pertama, Diampuni dosa-dosanya selama 2 tahun

Bagi orang-orang yang melaksanakan puasa Arafah maka akan diampuni dosa-dosanya selama 2 tahun. Yaitu 1 tahun lalu dan tahun sekarang, di mana dosa yang dimaksudkan adalah dosa-dosa kecil atau dosa-dosa besar yang diringankan atau dapat pula ditinggikan derajatnya di mata Allah SWT.

Kedua, Terjaga dari perbuatan dosa

Keutamaan puasa Arafah selanjutnya yaitu Allah SWT akan menjaga orang yang melakukan puasa Arafah dari Perbuatan Dosa selama 2 tahun.

Ketiga, Terbebas dari siksa api neraka

Orang yang senantiasa berpuasa Arafah, Insha Allah akan terbebas dari siksa api neraka.

Bagi yang memiliki tanggungan puasa Ramadhan, maka dapat berpuasa Arafah. Pada waktu itu Anda akan mendapatkan 2 pahala sekaligus, yaitu pahala puasa wajib dan pahala puasa sunah. Para ulama menyebutkan bahwa hari paling mulia adalah 10 hari pertama di bulan Dzulhijjah. Sementara malam paling mulia adalah 10 malam terakhir di bulan Ramadhan. Siapa saja yang memuliakan hari dan malam tersebut maka akan mendapatkan banyak keutamaan. Selain mengetahui keutamaan puasa Arafah, ketahui juga keutamaan beramal saleh pada 10 hari pertama bulan Dzulhijjah.

Berikut adalah 10 keistimewaan atau keutamaan bagi Anda yang memuliakan 10 hari pertama bulan Dzulhijjah:

  • Diampuni dosa-dosanya
  • Dilipatgandakan pahalanya
  • Dimudahkan ketika dikeluarkan nyawa (mati dalam keadaan khusnul khatimah)
  • Diterangkan kehidupannya
  • Diberatkan timbangan untuk kebajikannya
  • Diselamatkan dari semua kesusahan yang dialaminya
  • Ditinggikan derajatnya di mata Allah SWT
  • Diberkahi umurnya
  • Ditambah rezekinya
  • Dijaga diri dan keluarganya

Itulah 10 keistimewaan atau keutamaan bagi yang menjalankan puasa 10 hari pertama di bulan Dzulhijjah, termasuk mengerjakan puasa Arafah. Keutamaan puasa Arafah tidak perlu disangsikan lagi, sesuai dengan hadits Qudsi yang berbunyi “Puasa ini adalah untuk-Ku dan Aku-lah yang akan membalasnya. Sesungguhnya dia yang telah meninggalkan syahwat, makanan dan juga minuman semata-mata hanya karena Aku”. Siapa saja yang berbuat saleh dan mengerjakan puasa Arafah maka akan mendapatkan balasan dari Allah SWT.

Seperti yang sudah disebutkan, salah satu keutamaan dari mengerjakan puasa Arafah adalah terbebas dari api neraka. Sesuai dengan hadits berikut:

مَا مِنْ يَوْمٍ أَكْثَرَ مِنْ أَنْ يُعْتِقَ اللَّهُ فِيهِ عَبْدًا مِنَ النَّارِ مِنْ يَوْمِ عَرَفَةَ وَإِنَّهُ لَيَدْنُو ثُمَّ يُبَاهِى بِهِمُ الْمَلاَئِكَةَ فَيَقُولُ مَا أَرَادَ هَؤُلاَءِ

Artinya : “Diantara hari di mana Allah membebaskan seseorang dari siksa neraka adalah hari Arafah. Dia akan mendekat kepada mereka dan akan menampakkan keutamaan mereka pada para malaikat. Lalu Allah berfirman: Apa yang diinginkan mereka?”. (HR. Muslim No. 1348)

Selain yang sudah disebutkan, ada keutamaan puasa Arafah lainnya yaitu doa yang mustajab. Di mana orang yang berpuasa Arafah akan dikabulkan doa-doanya oleh Allah SWT. Belum lagi keutamaan hari Arafah itu sendiri, maka akan semakin kuat pula doa tersebut bagi orang yang berpuasa Arafah. Seperti uraian Sabda Rasulullah shallallahu’alaihi wa sallam berikut ini:

خَيْرُ الدُّعَاءِ دُعَاءُ يَوْمِ عَرَفَةَ وَخَيْرُ مَا قُلْتُ أَنَا وَالنَّبِيُّونَ مِنْ قَبْلِى لاَ إِلَهَ إِلاَّ اللَّهُ وَحْدَهُ لاَ شَرِيكَ لَهُ لَهُ الْمُلْكُ وَلَهُ الْحَمْدُ وَهُوَ عَلَى كُلِّ شَىْءٍ قَدِيرٌ لاَ إِلَهَ إِلاَّ اللَّهُ وَحْدَهُ لاَ شَرِيكَ لَهُ لَهُ الْمُلْكُ وَلَهُ الْحَمْدُ وَهُوَ عَلَى كُلِّ شَىْءٍ قَدِيرٌ 

Artinya : “Sebaik-baiknya doa ialah doa di hari Arafah, dan sebaik-baiknya ucapanku, begitu pula yang diucapkan para Nabi sebelum aku ialah Tidak ada Tuhan kecuali Allah semata, tidak ada sekutu bagi-Nya. Milik-Nya-lah segala kerajaan dan segala pujian, Allah lah yang maha menguasai segala sesuatu.” (HR. Tirmidzi, Hasan).

Redaksi

Terkait

Leave a Reply

Your email address will not be published.

five × four =