Profil Pesantren Cipulus Purwakarta

 Profil Pesantren Cipulus Purwakarta

Profil Pesantren Cipulus Purwakarta

HIDAYATUNA.COM – Salah satu tokoh NU Jawa Barat yaitu KH. Adang Badrudin wafat pada senin (3/8) kemarin. Beliau adalah pengasuh Pondok Pesantren Al-Hikamussalafiyah Cipulus Purwakarta. Berikut profil pesantren cipulus.

Pesantren Cipulus purwakarta berdiri pada tahun 1840 oleh K.H Ahmad Bin Kyai Nurkoyyim yang akrab dipanggil Ajengan Emed, beliau adalah santri Maulana Syekh Maulana Yusuf, Ulama dan pahlawan besar di Jawa Barat pada awal abad Ke-19.

Pesantren ini pada awalnya masih disebut Pesantren Cipulus, namun dalam perkembangannya pesantren ini mengalami perubahan nama menjadi Pesantren Al-Hikamussalafiyah.

Pesantren ini didirikan Ajengan Emed di bekas ibu kota karawang, yaitu di kecamatan Wanayasa, kabupaten purwakarta. Setelah Ajengan Emed wafat pesantren ini diteruskan oleh keturunan beliau :

KH. Nasyir (1870 -1900)
KH. M Arief (1900 – 1920)
Kyai Sueb (1920 – 1937)
KH. Masduki (1937 – 1942)
KH. Zaenal Abidin (1942 – 1957).

Adanya pemberontakan DI/TII pada tahun 1957 menyebabkan pesanren ini sempat dibubarkan dan KH. Zaenal Abidin yang memimpin pesantren saat itumengamankan diri demi menyelamatkan keberadaan pesantren dan para santrinya.

Periode Pembangunan Kembali

Pada tahun 1963 setelah situasi aman KH. Izuddin putra dari KH. Sueb yang pernah memimpin pesantren tersebut pada 1920 – 1937 bertekad menghidupkan kembali pesantren cipulus.

Maka berdirilah rumah dengan musholla kecil diatas tanah 0,25 hektar, perkembangan pesantren tersebut sangat pesat sehingga rumah dan musholla itu tidak mampu menampung para santri.

Akhirnya didirikanlah asrama pondokan yang sederhana dari kayu dan bambu untuk sementara menampung para santri. Selang beberapa tahun diperluas menjadi 0,50 hektar dan pesantren tersebut diberi nama Suka Laksana.

Akhirnya pada tahun 1975 atas saran para tokoh, KH. Izuddin merubah nama pesantren Suka Laksana menjadi Pesantren Al-Hikamussalafiyah

Pada tanggal 15 mei 1985, bupati Purwakarta menetapkan pesantren cipulus sebagai Pusat Informasi Pesantren (PIP) yang bertujuan memajukan pendidikan pesantren di purwakarta.

Selanjutnya pesantren Al-Hikamussalafiyah semakin maju dengan berbagai program pendidikan yang didirikan, yaitu :

  • Pada tanggal 18 Juni 1986 didirikan madrasah Diniyah Wustho
  • Pada pertengahan tahun 1987 madrasah Diniyah Wustho berubah menjadi Madrasah Tsanawiyah (MTS)
  • Pada tahun 1988 didirikanlah Yayasan Pondok Pesantren Al-Hikamussalafiyah yang berbadan Hukum, akte notaris no 14 tanggal 15 Agustus 1988
  • Pada tahun 1988 juga didirikanlah MA Madrasah Aliyah

Walaupun telah mengalami berbagai kemajuan, pesantren cipulus tetap mempertahankan pengajaran kitab-kitab klasik di bidang fiqih, aqidah, tasawuf dan lain-lain.

Dalam memajukan Pesantren Al-Hikamussalafiyah Cipulus KH. Izuddin dibantu oleh putra putri dan para menantunya yang mana seluruh menantunya adalah murid-murid beliau sendiri.

Periode KH. Adang Badrudin

Dan sesudah wafatnya KH. Izzuddin pada tahun 1999, tonggak kepemimpinan Pesantren dipegang penuh oleh menantunya yaitu Al-mukarrom KH. Adang Badruddin (Abah Cipulus).

Dibawah kepemimpinan KH. Adang Badrudin pesantren Al-Hikamusssalafiyah semakin terkenal dan maju, hingga pada 2017 lalu presiden Joko Widodo mengunjungi pesantren ini.

KH. Adang Badrudin atau akrab dipanggil Abah Cipulus juga dikenal sebagai Ketua Umum Forum Silaturahim Guru Ngaji Nusantara (FSGN Nusantara).

KH. Adang Badurdin (Abah Cipulus) wafat di usia 77 tahun. Ribuan pelayat mengiringi pemakaman beliau di komplek pesantren Al-Hikamussalafiyah Cipulus Purwakarta.

Redaksi

Terkait

1 Comment

  • aku oernah di cipulus th 1988, Dilanjut kan Diklatsar Wamil ABRI 1988.pangkat Letnsn Satu laut , pensiun pangkat jolonel laut (Purn). Dg H. Adang aku akrab, sering bincang saat pak haji ngasih makan ayam di kolam blk rmahnya. Alhamdulillah pondoknya sdh tiga tingkat…..dulu kobong sering padam alias listrik blm merata

Leave a Reply

Your email address will not be published.

3 × 3 =