Profil Mesut Ozil dan Kebanggaannya sebagai Pemain Sepakbola Muslim

 Profil Mesut Ozil dan Kebanggaannya sebagai Pemain Sepakbola Muslim

Mesut Ozil (Ilustrasi/Hidayatuna)

HIDAYATUNA.COM, Yogyakarta – Mesut Ozil menjadi anggota pemain sepakbola nasional asal Jerman. Kepiawaiannya dalam siasat dan improvisasi sebagai gelandang menyerang tidak bisa diragukan lagi.

Sebagai anggota termuda yang bergabung di tim nasional sejak tahun 2006, Mesut Ozil mendapat perhatian internasional selama Piala Dunia FIFA 2010. Hal ini membawanya pada ajang bergengsi, nominasi Golden Ball Award yuang diberikan kepada pemain terbaik dalam turnamen.

Ozil merupakan salah satu anggota pemain sepakbola yang beragama Islam yang menjadi generasi ketiga Turki-Jerman. Kakek dan nenek dari Ozil, kemudian ayahnya. Telah dua tahun menetap di sebuah kota kecil dekat Zonguldak di Turkish Black Sea .

Ia lahir sebagai anak kedua dari empat bersaudara di Gelsenkirchen pada tahun 1988. Mesut Ozil bersama kakak dan dua saudara perempuannya, tumbuh di daerah Bismarck.

Ayah Ozil memiliki kewarganegaraan Jerman dan bernama Mustafa Ozil, ia bekerja sebagai konsultan olahraga dan manajer. Meski demikian, Mesut Ozil tetap saja tidak bisa mendapatkan kewarganegaraan sang ayah karena hukum kebangsaan Jerman tidak memungkinkan kewarganegaraan ganda. Hal ini menempatkan Ozil sebagai warga negara Turki setelah proses naturalisasi.

Dalam beberapa kesempatan Mesut Ozil menyatakan kecintaannya pada agama yang diyakininya. Lewat akun Instagram pribadinya, Ozil juga sempat menuturkan bahwa dirinya bangga menjadi seorang Muslim.

Melalui inilah cara Ozil mengkampanyekan bahwa Islamofobia itu tidak benar. Ia menunjukkan lewat kebaikan dan mempraktikkannya kepada penggemarnya di seluruh penjuru.

Selain lewat akun media sosial, Ozil pun kerap menunjukkan identitasnya dan kebanggaannya sebagai seorang Muslim saat berada di lapangan. Begitulah Ozil dan prestasinya di lapangan hijau yang mengagumkan dan kebanggaannya akan Islam, jejak Ozil patut dicontoh oleh generasi muda lainnya terutama dalam bidang sepakbola.

Redaksi

Terkait

Leave a Reply

Your email address will not be published.

3 + 7 =