Profil Kiai Said, Tokoh yang Masuk Daftar Bursa Caketum PBNU

 Profil Kiai Said, Tokoh yang Masuk Daftar Bursa Caketum PBNU

Kiai Said (Ilustrasi/Hidayatuna)

HIDAYATUNA.COM, Jakarta – Menjelang Muktamar NU (Nahdlatul Ulama) ke-34 di Bandar Lampung sejumlah nama Calon Ketua Umum Pengurus Besar Nahdlatul Ulama (Caketum PBNU) terus bermunculan. Sejumlah nama-nama besar masuk dalam daftar bursa.

Salah satu nama yang masuk dalam daftar bursa Caketum PBNU adalah KH. Said Aqil Siradj. Sosok yang saat ini masih menjabat sebagai Ketum PBNU itu disebut-sebut bakal dicalonkan kembali dalam muktamar NU yang sedianya akan digelar pada 23-25 Desember 2021 mendatang.

Lantas, seperti apa profil dari sosok Kiai Said? Berikut ini profil singkat dari Kiai Said Agil Siradj yang berhasil dihimpun redaksi dari berbagai sumber.

Sebagai informasi, saat ini Kiai Said Aqil masih menjabat sebagai Ketua Umum PBNU. Beliau merupakan putra dari pendiri pondok pesantren Kempek, KH Soleh Harun. Ia lahir pada 3 Juli 1953 di Cirebon, Jawa Barat.

Sejak kecil Kiai Said sudah mempelajari dasar-dasar ilmu pengetahuan. Hal ini lantaran beliau tumbuh dari keluarga cendikiawan muslim.

Merantau ke Luar Negeri

Selepas mengenyam pendidikan pesantren di dalam negeri, Kiai Said melakukan rihlah pengembaraan intelektualnya ke luar negeri.

Dimana beliau melanjutkan pendidikannya ke Makkah. Selama di Makkah pada tahun 1980an, Kiai Said menempuh pendidikan di Universitas King Abdul Aziz dan Universitas Umm Al-Qura.

Gelar sarjana dan doktoralnya diraih di kota Makkah. Pendidikan doktoralnya ia selesaikan pada tahun 1994. Secara personal sosok Kiai Said dikenal sebagai sosok yang memiliki tanggung jawab terhadap keluarga.

Bahkan untuk memenuhi kebutuhan keluarganya, beliau sempat bekerja di toko karpet. Meskipun beliau mendapat beasiswa dari pemerintah Saudi, namun tetap dirasa kurang karena KH. Said Aqil harus pula membiayai anak-anaknya.

Pada 2010, beliau terpilih sebagai ketua umum PBNU dalam Muktamar NU ke-32 di Makassar. Kiai Said memimpin PBNU hingga 2015. Ketika itu, beliau yang mendapat 294 suara mengalahkan Slamet Effendi Yusuf dengan 210 suara.

Kiai Said kembali terpilih lagi sebagai ketua PBNU periode 2015–2020 saat Muktamar ke-33 NU di Jombang, Jawa Timur. Beliau unggul dengan menghimpun 287 suara. Sementara, calon lainnya KH. As’ad Said Ali memiliki 107 suara, dan KH. Salahudin Wahid dengan 10 suara.

Romandhon MK

Peminat Sejarah Pengelola @podcasttanyasejarah

Terkait

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *