Ubudiyah

Problematika Shalat Penumpang Kereta Api

HIDAYATUNA.COM – Diantara beragam alat transportasi antar provinsi kereta api masih menjadi salah satu pilihan utama masyarakat, ditambah saat ini fasilitas kereta Api lebih lengkap dan ditunjang dengan kebersihan serta pelayanan yang semakin prima.

Namun bagi muslim perjalanan menggunakan kereta api yang memakan waktu panjang ini tentu cukup menyulitkan, karena ketika sudah masuk waktu shalat mereka tidak bisa melaksanakan shalat dengan sempurna, jika mereka turun saat kereta api berhenti di salah satu stasiun untuk berwudhu dan shalat menghadap kiblat tentu sangat mungkin ketinggalan kereta (karena waktu berhenti di stasiun tidak lama). Lantas bagaimana solusi mengenai hal ini, apakah penumpang kereta api diperbolehkan meninggalkan shalat ?

Para Ulama (Syafi’iyah) bersepakat bahwa Tidak Boleh meninggalkan shalat dalam keadaan tersebut, penumpang kereta api tetap wajib menjalankan shalat sebisa mungkin dalam rangka menghormati waktu (Lihurmatil Waqti). Dan harus meng-qodho-nya.

Hal ini diterangkan dalam kitab Al-Majmu’ Syarh Al-Muhadzhab karya Imam Nawawi dan Imam Taqiyyudin As-Subuki. Kitab ini merupakan kitab fiqih terbesar madzhab Syafii yang menjadi rujukan para ulama fiqih. Dalam Juz 3 Al-Majmu’ Syarh Al-Muhadzhab dijelaskan :

“Ashabuna (Syafi’iyah) berpendapat, jika waktu shalat maktubah telah tiba sedangkan mereka dalam perjalanan, dan takut jika turun untuk menjalankan shalat dengan menghadap arah kiblat akan terpisah dari teman-temannya, atau takut terhadap dirinya atau hartanya, ia tetap tidak diperbolehkan meninggalkan shalat dan tetap wajib melaksanakan shalat di kendaraan dalam rangka memuliakan waktu shalat. dan ia wajib mengulangi shalatnya karena hal yang demikian tersebut tergolong udzur dan nadir (langka).” Wallau ‘Alam

Sumber : Al-Majmu’ Syarh Al-Muhadzhab

Baca Juga :  Bersentuhan antara Lawan Jenis Saat Melakukan Thawaf
Tags

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Back to top button
Close
Close