Cancel Preloader

Polisi Israel Tembak Mati Pemuda Palestina Penyandang Difabel

 Polisi Israel Tembak Mati Pemuda Palestina Penyandang Difabel
Digiqole ad


HIDAYATUNA.COM, Tel AvivĀ – Kembali aparat keamanan Israel mendapat kecaman publik dunia, setelah aksi brutal mereka yang melakukan penembakan terhadap seorang pemuda Palestina penyandang difabel mental alias autis.

Kejadian ini terjadi pada Sabtu (30/5) lalu di lorong Kota Tua yang bertembok dekat Lions Gate, Yerusalem Timur. Pria bernasib malang itu, bernama Iyad Hallak seorang pemuda warga Palestina.

Dalam keterangan Polisi Israel dikutip dari AFP, menjelaskan bahwa pihak polisi mencurigai Iyad Hallak membawa pistol. Sehingga ia ditembak. Namun ternyata Iyad Hallak tak membawa pistol sebagaimana yang dicurigai pihaknya.

“Satuan polisi yang sedang berpatroli di sana melihat seorang tersangka dengan benda mencurigakan yang terlihat seperti pistol,” tulis pernyataan Kepolisian Israel dikutip Senin (1/6/2020).

“Mereka memanggilnya untuk berhenti dan mulai mengejarnya dengan berjalan kaki. Selama pengejaran, petugas menembaki tersangka. Tidak ada senjata yang ditemukan di tempat kejadian telah dilakukan pencarian.”

Setelah tertembak, korban dibiarkan begitu saja oleh anggota kepolisian hingga akhirnya meninggal dunia. Usai kejadian penembakan kepada Iyad Hallak kabar itu menuai banyak kecaman dan menghidupkan kembali keluhan yang menuduh pasukan keamanan Israel terlalu berlebihan.

Atas insiden brutal itu, Menteri Pertahanan Israel pada Ahad (31/5) kemarin, akhirnya meminta maaf atas penembakan yang telah membunuh seorang pria Palestina yang diketahui memiliki autisme.

“Kami benar-benar minta maaf tentang insiden di mana Iyad Hallak ditembak mati dan kami berbagi dalam kesedihan keluarga,” ujar Benny Gants, yang merupakan perdana menteri ‘pengganti’ Israel di depan Kabinet Israel.

Sementara itu, kerabat dari korban mengungkapkan bahwa Hallak menderita autisme yang pada saat itu tengah berjalan menuju sekolah untuk siswa berkebutuhan khusus tempat dimana dia belajar pada hari saat ia ditembak.

Redaksi

Redaksi

Terkait

Leave a Reply

Your email address will not be published.

eight + 20 =