Pilu, Hamas Berduka Kehilangan Sosok Uskup Pembela Palestina

 Pilu, Hamas Berduka Kehilangan Sosok Uskup Pembela Palestina

Lebih dari 2.000 Warga Palestina Menjadi Korban Serangan Israel (Ilust/Hidayatuna)

HIDAYATUNA.COM, Jakarta – Gerakan Perlawanan Islam (Hamas) menyampaikan bela sungkawa yang sedalam-dalamnya. Hal itu terkait meninggalnya Uskup Agung Afrika Selatan, Desmond Tutu yang selama ini telah menyuarakan hak Palestina.

Diketahui ia meninggal pada Ahad (26/12) di usianya yang sudah 90 tahun. Hamas mengatakan dalam pernyataan persnya, “Kami berduka atas perjuangan Uskup Agung Afrika Selatan, Desmond Tutu, dan juga kepada keluarganya. Kepada pemerintah dan rakyat Afrika Selatan, belasungkawa kami yang terdalam atas meninggalnya beliau.”

Hamas menambahkan,dilansir dari Palinfo, Senin (27/12), “Palestina, seperti Afrika Selatan, telah kehilangan pejuang yang keras dan sosok yang hebat dalam membela hak asasi manusia. Anti-rasisme, dan pembela yang solid untuk perjuangan Palestina, di banyak forum-forum internasional.”

Dan dia melanjutkan, “Pendeta Desmond Tutu bangkit, setelah perjalanan panjang perjuangan. Dan menolak kejahatan dan rasisme Israel terhadap rakyat Palestina.”

Hamas itu menekankan bahwa biografi Tutu akan tetap menjadi mercusuar bagi para pendukungnya, penggemarnya, dan rakyat Afrika Selatan. Sampai harapannya untuk mengakhiri pendudukan Israel terwujud, dan bahwa sampai rakyat Palestina menikmati kebebasan.

Kepresidenan Afrika Selatan mengumumkan kematian Uskup Agung negara itu Desmond Tutu, peraih Nobel Perdamaian dan mantan juru kampanye untuk mengakhiri apartheid. Dia juga dikenal karena dukungannya terhadap perjuangan Palestina.

Dokter yang memeriksanya mengungkap bahwa Tutu menderita kanker prostat pada akhir tahun sembilan puluhan abad yang lalu. Dia telah masuk rumah sakit beberapa kali dalam beberapa tahun terakhir melakukan pengobatan infeksi yang berhubungan dengan penyakitnya.

Patut dicatat bahwa Tutu menjadi uskup pada tahun 1976 di Kerajaan Lesotho di Afrika Selatan. Dua tahun kemudian ia adalah orang kulit hitam pertama yang mengepalai Dewan Gereja-Gereja Afrika Selatan. Ini bertepatan dengan aktivitasnya dalam gerakan hak-hak kulit hitam dalam karyanya.

Romandhon MK

Peminat Sejarah Pengelola @podcasttanyasejarah

Terkait

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *