Pesan Guru Sekumpul : Hidupkan Malam Hari Tarwiyah dan Arafah

 Pesan Guru Sekumpul : Hidupkan Malam Hari Tarwiyah dan Arafah

Pesan Guru Sekumpul Hidupkan Malam Hari Tarwiyah dan Arafah

HIDAYATUNA.COM – Dua hari kedepan kita akan memasuki hari tarwiyah dan hari arafah, dua diantara beberapa hari yang di dimuliakan oleh Allah SWT

Bahkan Rasulullah SAW dalam sebuah hadis mengatakan bahwa “Sebaik-baiknya doa adalah doa pada hari arafah” (HR. Tirmidzi).

Terkait dengan keutamaan hari tarwiyah dan arafah ini KH. Muhammad Zaini Abdul Ghani atau populer dengan sebutan Abah Guru Sekumpul pernah berpesan bahwa hendaknya kita menghidupkan 2 malam tersebut.

“Orang yang menghidupkan 5 malam ini akan masuk surga tanpa dihisab, bangkit dari kuburnya disediakan pakaian dan kendaraan buroq dari surga dan dia langsung terbang bersama buroq masuk surga.” ucap Abah Guru Sekumpul.

Pertama, Malam Tarwiyah yaitu malam tanggal 8 Dzulhijah
Kedua, Malam Arafah yaitu malam tanggal 9 Dzulhijjah
Ketiga, Malam Hari Raya Idul Adha yaitu Malam tanggal 10 Dzulhijjah
Keempat, Malam Hari Raya Idul Fitri yaitu malam tanggal 1 Syawal
Kelima, Malam Nisfu Sya’ban atau malam tanggal 15 Sya’ban.

Abah Guru Sekumpul menjelaskan bahwa maksud dari menghidupkan malam tersebut “menghidupkan malam disini adalah kalau bisa ibadah semalam suntuk (sepanjang malam) tanpa tidur dari maghrib hingga subuh” tutur beliau.

Abah Guru Sekumpul menekankan bahwa seorang muslim seharusnya pernah sekali seumur hidupnya beribadah sepanjang malam tersebut tanpa tidur “boleh sambil minum kopi jika mengantuk”.

Abah Guru Sekumpul melanjutkan bahwa jika sulit untuk terjaga sepanjang malam maka ada pilihan yang sedikit lebih mudah, yaitu cukup hidupnya setengah malam saja.

“Namun jika tidak bisa menghidupkan 5 malam tersebut sepanjang malam maka usahakan setengah malam atau sekitar 6 jam beribadah.” ucap beliau.

Opsi jika tidak kuat dzikir sepanjang malam

“Jika tidak bisa juga maka usahakan antara maghrib dan isya, dan usahakan maghrib berjamaah, isya berjamaah dan subuh berjamaah” ungkap beliau melanjutkan.

Namun jika sulit untuk shalat subuh berjamaah Abah Guru Sekumpul memberikan pilihan yang paling ringan namun harus dijalankan.

“Jika maghrib dan isya tidak bisa berjamaah (maka berniat saja) supaya akan bangun subuh dan shalat berjamaah, maka akan ditulis menghidupkan malam itu” tutup Abah Guru Sekumpul.

Redaksi

Terkait

Leave a Reply

Your email address will not be published.

eight − one =